Berita, Nasional

Amien Rais Siap Dibawa ke Pengadilan, Tantang Teddy Buktikan di Depan Dokter

Repelita.net

03 May 2026 15:24 WIB • 1,701 view

Amien Rais Siap Dibawa ke Pengadilan, Tantang Teddy Buktikan di Depan Dokter
Foto: Istimewa

Repelita Sleman - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum apabila perkara terkait tudingannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berlanjut ke pengadilan.

Tokoh senior itu meminta agar seluruh proses pembuktian dilakukan secara terbuka dan transparan jika kasus ini benar-benar dibawa ke meja hijau.

ADVERTISEMENT

"Saya diberi tahu ahli-ahli hukum itu, Komdigi tidak berhak. Jadi yang berhak itu si Teddy, nah itu baru akan dibawa ke pengadilan," ujar Amien Rais kepada wartawan usai acara Musyawarah Nasional Partai Ummat di Sleman, Yogyakarta, pada Minggu (3/5/2026).

"Dan di pengadilan saya akan yakin sekali, tunjukkan! Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan. Nah gitu saja nanti kita ngobrol-ngobrol lagi," tegasnya dengan nada penuh tantangan.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyatakan bahwa tudingan Amien Rais mengenai kedekatan Teddy Indra Wijaya dengan Presiden Prabowo yang dinilai di luar batas profesional merupakan fitnah dan hoaks.

Amien Rais pun angkat suara menanggapi pernyataan Menteri Komdigi Meutya Hafid yang menyebut dirinya telah menyebarkan konten fitnah melalui video di kanal YouTube pribadinya.

"Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus," ujar Amien Rais membela diri.

Menurut pandangannya, Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga setiap individu memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat meskipun bertentangan dengan penguasa maupun kelompok masyarakat tertentu.

"Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu," jelasnya panjang lebar.

"Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," ujarnya lagi menambahkan.

Diketahui bahwa Amien Rais membuat pernyataan kontroversial di kanal YouTube miliknya yang mempersoalkan kedekatan antara Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya dalam sebuah video berdurasi sekitar delapan menit.

Video dengan judul "Jauhkan Istana dari Skandal Moral" tersebut mulai Sabtu malam (2/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB sudah tidak dapat ditemukan lagi di akun YouTube @Amien Rais Official.

Menteri Komdigi Meutya Hafid sebelumnya menyebut bahwa video Amien Rais terkait Presiden Prabowo merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara.

"Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tinggi negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik. Hal ini berpotensi memecah belah bangsa," kata Meutya dalam pernyataan resminya pada Sabtu (2/5/2026).

Pemerintah menilai bahwa konten video tersebut berpotensi memicu kegaduhan publik dan memecah belah masyarakat Indonesia.

"Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian," kata Meutya menegaskan sikap resmi kementerian.

Pemerintah pun menegaskan bahwa ruang digital seharusnya menjadi tempat adu gagasan yang sehat bukan sarana penyebaran kebencian dan serangan terhadap martabat individu.

Komdigi menyatakan bakal mengambil langkah hukum tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun distribusi konten video tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung