Berita, Nasional

Amien Rais Sebut Prabowo Tak Berani Ganti Kapolri dan Panglima TNI Demi Pertahankan Kekuasaan Jokowi

Repelita.net

12 September 2026 15:20 WIB • 602 view

Amien Rais Sebut Prabowo Tak Berani Ganti Kapolri dan Panglima TNI Demi Pertahankan Kekuasaan Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Politikus senior Amien Rais melontarkan pandangan kritis yang menyoroti kepemimpinan nasional terkait posisi strategis kepala Polri serta panglima militer tanah air.

Pernyataan tajam tersebut disampaikan melalui tayangan pada kanal YouTube Amien Rais Official yang dipublikasikan pada hari Sabtu, 12 September 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut analisis yang disampaikan tokoh reformasi tersebut, kekuasaan tertinggi eksekutif dinilai belum mengambil langkah perombakan pada pucuk pimpinan institusi keamanan negara.

Kondisi tersebut dikaitkan dengan asumsi politik mengenai pengaruh mantan kepala negara sebelumnya yang masih membayangi dinamika stabilitas pemerintahan yang sedang berjalan saat ini.

Pernyataan lengkap beserta pandangan analitis yang diungkapkan oleh Amien Rais dalam rekaman video tersebut dapat disimak secara utuh melalui kutipan berikut.

"Saya bisa simpulkan, bahwa Prabowo tidak berani mengganti Kapolri dan Panglima, selama itu pula Jokowi terus menggebu untuk terus berkuasa," kata Amien Rais dikutip dari YouTube Amien Rais Official, Sabtu (12/9/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kedua pimpinan institusi penegak hukum dan pertahanan tersebut diidentifikasi memiliki kedekatan emosional serta loyalitas tinggi terhadap kepemimpinan masa lalu.

Pandangan kritis tersebut diperluas dengan menyoroti berbagai manuver politik kontemporer yang dinilai memerlukan gerakan penyadaran publik secara menyeluruh demi menyelamatkan masa depan bangsa.

Gagasan mengenai perlunya mengikis pengaruh sisa kekuasaan terdahulu diserukan secara terbuka sebagai agenda mendesak dalam kehidupan berdemokrasi nasional ke depan.

Seruan gerakan pemulihan tatanan politik yang sehat tersebut disampaikan oleh Amien Rais melalui kutipan pernyataan aslinya di bawah ini.

"Kita hidupkan demokrasi. Tetapi De-Jokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa," pungkasnya.

Selain menyoroti stabilitas keamanan, ia turut memperingatkan adanya potensi rancangan rekayasa politik jangka panjang menjelang kontestasi pemilihan umum berikutnya yang perlu diwaspadai bersama. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung