Berita, Nasional

Amien Rais Sebut Mustahil Prabowo Berpasangan Lagi Dengan Gibran Di Pilpres 2029

Repelita.net

30 August 2026 21:38 WIB • 350 view

Amien Rais Sebut Mustahil Prabowo Berpasangan Lagi Dengan Gibran Di Pilpres 2029
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Dewan Pembina Partai Ummat Amien Rais mengutarakan analisis tajam mengenai peta persaingan menuju perhelatan Pemilu 2029 dengan menyebut peluang kelanjutan duet kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berada pada titik yang sangat sulit terjadi.

Tokoh senior tersebut menilai kerja sama politik pasangan itu hampir mustahil diteruskan untuk periode selanjutnya seiring dinamika yang berkembang di lingkaran kekuasaan keluarga Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Pandangan kritis tersebut mengemuka mengingat dinamika politik nasional masih amat dinamis serta terbuka bagi terbentuknya poros baru.

“Mustahil Prabowo akan berpasangan lagi dengan sulungnya si Fufufafa alias Gibran bila ikut dalam Pilpres 2029,” jelasnya dalam keterangan, dikutip Minggu (30/8/2026).

Amien menyoroti pula gerak-gerik Jokowi yang belakangan gencar mendatangi berbagai pelosok wilayah guna mengatrol elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia yang dinakhodai putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Langkah politis tersebut dipandang tidak akan memberi dampak signifikan terhadap perubahan konstelasi kekuatan partai politik papan atas.

“Kaesang itu politikus setengah matang yang tidak punya bobot politik dibandingkan dengan partai-partai lain. Jokowi di tahun 2029 nanti sudah menjadi sosok yang tidak akan dilirik lagi oleh partai-partai besar seperti Gerindra, PDIP, NasDem, maupun partai papan menengah,” katanya menegaskan.

Penghentian agenda kegiatan keliling daerah yang dilakukan mantan presiden pada penghujung masa jabatannya disinyalir berkaitan erat dengan besarnya gelombang penolakan dari warga di sejumlah wilayah.

Pembatasan mobilisasi tersebut sengaja diambil demi meredam gejolak antipati serta keengganan masyarakat yang meluas terhadap figur tersebut.

Mantan Ketua MPR itu juga melayangkan keraguan terhadap validitas riset sejumlah lembaga survei yang menempatkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi pada kisaran 72 persen.

Indikator angka tersebut dianggap tidak mencerminkan realitas sosial yang sesungguhnya dirasakan oleh warga di lapangan.

“Saya meragukan angka-angka tersebut karena situasi politik dan dinamika sosial di lapangan menunjukkan hal yang berbeda,” bebernya.

Meskipun kritik tajam terus bergulir, arah pengelompokan koalisi serta penentuan figur calon presiden dan wakil presiden menuju Pilpres 2029 diperkirakan masih akan terus bergeser mengikuti alur dinamika politik beberapa tahun mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung