Berita, Nasional

Amien Rais Dinilai Minim Gagasan karena Serang Teddy, Bukan Kritisi Kebijakan

Repelita.net

02 May 2026 18:28 WIB • 843 view

Amien Rais Dinilai Minim Gagasan karena Serang Teddy, Bukan Kritisi Kebijakan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ketua Umum Pusat Studi Kebangsaan yang bernama Ahmad Hashif Ulwan menilai bahwa pernyataan Amien Rais yang menargetkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membuktikan bahwa Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut sedang minim gagasan.

Hashif menilai isi pernyataan Amien Rais lebih menitikberatkan pada serangan personal dibandingkan dengan penyampaian gagasan-gagasan yang bersifat substansial dan membangun.

ADVERTISEMENT

“Kami sangat menyayangkan jika ruang publik diisi oleh narasi yang minim gagasan dan tidak memberikan kontribusi konstruktif bagi bangsa,” ujar Hashif kepada wartawan pada Jumat, 1 Mei 2026.

Menurut pengamat politik tersebut, kritik yang sehat seharusnya menjadi sarana untuk memperkaya solusi atas berbagai permasalahan kebangsaan.

Bukan sekadar membangun persepsi negatif tanpa dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ia menegaskan bahwa pernyataan kontroversial yang beredar luas tersebut tidak menunjukkan kedalaman analisis maupun tawaran pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

“Jika diskursus publik terus bergerak ke arah personalisasi dan menjauh dari substansi, maka yang tergerus adalah kualitas demokrasi kita sendiri,” tambah Ahmad Hashif Ulwan.

Dia mengingatkan bahwa narasi yang tidak berbasis fakta dan cenderung provokatif berpotensi besar menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Publik berhak mendapatkan informasi yang mencerdaskan dan memperkuat persatuan,” tandas Ketua Umum Pusat Studi Kebangsaan tersebut.

Sebelumnya Amien Rais dalam sebuah video yang beredar luas melontarkan kritik keras terhadap kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Teddy Indra Wijaya.

Dalam pernyataannya yang diunggah pada Kamis, 30 April 2026, Amien mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas pribadi.

Ia juga menyebut bahwa hubungan kedua tokoh itu telah melampaui batas profesionalitas sebagaimana lazimnya relasi antara kepala negara dan pejabat kabinet.

Video berdurasi sekitar delapan menit itu sempat diberi judul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” sebelum akhirnya tidak dapat diakses lagi di kanal YouTube Amien Rais Official.

Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyatakan bahwa isi video tersebut mengandung hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa.

Hingga berita ini diturunkan, Amien Rais belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai kecaman yang dilayangkan kepadanya dari berbagai elemen masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung