Berita, Nasional

Aliansi Warga Geruduk Kediaman Jokowi Protes Wacana Percepatan Pemilu Budi Arie

Repelita.net

10 September 2026 23:32 WIB • 333 view

Aliansi Warga Geruduk Kediaman Jokowi Protes Wacana Percepatan Pemilu Budi Arie
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bergerak atau ARIB menyambangi rumah kediaman Presiden Ketujuh RI Joko Widodo di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada hari Kamis tanggal 10 bulan September tahun 2026.

Kedatangan kelompok tersebut bermaksud merespons pernyataan kontroversial dari Ketua Umum Projo yakni Budi Arie Setiadi yang sempat melontarkan wacana mengenai kemungkinan percepatan pelaksanaan pemilihan umum sebelum tahun 2029.

ADVERTISEMENT

Para pengunjuk rasa tampak membawa sejumlah lembaran kertas berukuran besar yang memuat berbagai macam kalimat bernada protes keras terhadap mantan kepala negara tersebut di lokasi kejadian.

Salah satu peserta aksi unjuk rasa bernama Bangun Satoto mengungkapkan kepada awak media bahwa kehadiran rombongannya bertujuan untuk menyerahkan sepucuk surat resmi bersama satu buah plakat khusus.

Plakat dan surat tersebut sengaja disiapkan oleh aliansi masyarakat untuk diberikan langsung kepada pihak yang bersangkutan dengan memuat pesan moral berupa falsafah hidup tradisional Jawa kuno.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bangun Satoto saat memberikan keterangan di hadapan para wartawan yang meliput jalannya aksi demonstrasi damai di depan kediaman pribadi tersebut.

Kami ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Bapak Joko Widodo, ujar Bangun Satoto menjelaskan maksud kedatangan rombongan aliansi masyarakat ke rumah sang mantan presiden.

Peserta aksi lantas menyinggung kembali sebuah peristiwa ketika Joko Widodo duduk tepat di samping Budi Arie saat tokoh relawan itu berbicara secara terbuka mengenai skenario percepatan pemilu.

Rangkaian aksi unjuk rasa dari ARIB ini digelar sebagai bentuk respons tegas atas pernyataan kontroversial tersebut guna mengingatkan agar seluruh pihak tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena itu kami berikan surat dan plakat yang berisi filosofi Jawa, kata Bangun Satoto menegaskan alasan kelompoknya membawa atribut khusus dalam kunjungan tersebut.

Lamun sira sekti ojo kemaki. Lamun sira sekti tansah eling pati. Sapa nandur bakal ngunduh, ngunduh wohing pakarti. Sopo salah bakal seleh, lanjut Bangun membacakan isi plakat tersebut.

Belasan peserta aksi sempat berdiri cukup lama di depan gerbang kediaman Jokowi sambil bersikeras untuk bisa menyerahkan surat serta plakat tersebut secara langsung kepada sang pemilik rumah.

Namun keinginan para pengunjuk rasa tersebut tidak dapat dipenuhi karena salah satu anggota pasukan pengamanan presiden menjelaskan bahwa seluruh surat maupun barang titipan harus diserahkan lewat sekretariat.

Kalau ingin bertemu bapak, silakan. Kami tidak menghalangi, ujar anggota paspampres tersebut kepada massa aksi yang sempat mendesak masuk ke area halaman rumah.

Massa sempat menunggu sejenak di depan kediaman Jokowi sebelum akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri secara tertib setelah sekitar tiga puluh menit berada di lokasi demonstrasi.

Sebelum aksi ini terjadi, Ketua Umum organisasi relawan Projo yaitu Budi Arie Setiadi telah menyampaikan klarifikasi resmi terkait video viral yang menyinggung wacana percepatan pemilu baru-baru ini.

Budi Arie dalam pernyataan rekamannya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan atas analisis pribadi yang disampaikannya dalam forum tersebut.

Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut, kata Budi Arie lewat keterangan video pada hari Rabu tanggal 26 bulan Agustus.

Ia menegaskan bahwa analisa serta pernyataan yang meluncur dari mulutnya dalam video beredar merupakan tanggung jawab pribadi tanpa ada kaitannya dengan Presiden ketujuh RI Joko Widodo.

Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo, ujar Budi Arie sewaktu memberikan penjelasan kepada publik luas terkait polemik video tersebut.

Budi Arie sekaligus menyatakan kesiapannya untuk memikul segala bentuk tanggung jawab serta menerima seluruh konsekuensi atas analisa maupun pernyataan kontroversial yang kadung memicu polemik.

Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut, ucapnya menutup pernyataan klarifikasi di hadapan publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung