Repelita Jakarta - Mutasi besar-besaran di lingkungan korps kepolisian dan lembaga tinggi negara kini memicu gelombang perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi dikabarkan beralih tugas untuk menduduki posisi strategis di dalam lingkaran internal istana negara.
ADVERTISEMENT
Jenderal bintang empat tersebut kini diamanatkan untuk mengemban tanggung jawab baru dengan menempati posisi jabatan sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Kebijakan rotasi kilat yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto ini langsung memunculkan berbagai spekulasi politik dari berbagai kalangan pengamat nasional.
Langkah pemindahan tugas tersebut disinyalir sebagai bagian dari strategi akomodatif Kepala Negara demi menjaga ritme stabilitas sistem keamanan nasional ke depan.
Di sisi lain, publik juga kembali menyoroti potongan ceramah religius yang dinilai sangat kontekstual dengan fenomena pergantian tampuk pimpinan tersebut.
Melalui tausiah singkatnya, mubalig kondang Ustadz Das'ad Latif memberikan pesan spiritual mendalam yang ditujukan khusus bagi para pemegang kekuasaan.
Dirinya mengingatkan secara tegas kepada seluruh jajaran pejabat publik serta aparatur negara agar senantiasa menjauhkan diri dari sifat sombong dan angkuh.
Ustadz Das'ad Latif menegaskan kalimat berupa “apa yang kita mau sombongkan belajar dari pergantian Kapolri sekejap saja kalau Allah mencabut kekuasaan orang maka jangan sombong karena jabatan jabatan ada batasnya,” dalam ceramahnya.
Pesan menohok tersebut menjadi pengingat penting bahwa segala bentuk pangkat, fasilitas, serta kedudukan di dunia ini bersifat fana dan sewaktu-waktu bisa bergeser.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok