Berita, Nasional

Akbar Faizal Sebut Muktamar NU Mirip Kongres Parpol: Sekalian Kembali Jadi Parpol Aja

Repelita.net

31 August 2026 17:08 WIB • 453 view

Akbar Faizal Sebut Muktamar NU Mirip Kongres Parpol: Sekalian Kembali Jadi Parpol Aja
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan legislator sekaligus pengamat politik Akbar Faizal melontarkan kritik tajam terhadap dinamika pemilihan pimpinan tertinggi dalam forum permusyawaratan akbar organisasi keagamaan terbesar di tanah air.

Kritikan pedas tersebut dibagikannya melalui sebuah unggahan pada akun media sosial X pribadinya bertepatan pada hari Senin tanggal 31 Agustus 2026 yang langsung memancing perhatian publik.

ADVERTISEMENT

Tokoh publik tersebut menyoroti atmosfer persaingan yang dinilai terlalu bernuansa politis praktis hingga mengabaikan esensi dasar pelayanan umat yang seharusnya menjadi marwah utama organisasi Islam tersebut.

Keresahan pribadi sang politisi terkait sengitnya perebutan pengaruh di dalam forum muktamar diungkapkan melalui kutipan pernyataan asli yang dimuat secara utuh tanpa ada perubahan redaksional.

Akbar Faizal menyampaikan pandangan kritisnya lewat kutipan kalimat yang berbunyi, Sulit bagi kalian untuk meyakinkan kami bahwa @nahdlatululama adalah organisasi Agama Islam yang hanya berpikir dan berbicara tentang umat.

Lebih lanjut, ia mengamati adanya praktik sikut-menyikut serta intrik perebutan kursi kepemimpinan yang jamak terjadi layaknya arena kongres partai politik ketimbang musyawarah kaum alim ulama.

Fenomena saling jegal antarpeserta sidang akbar tersebut ditegaskan kembali melalui kutipan kalimat berikutnya yang merujuk langsung pada dinamika pemilihan ketua umum.

Kutipan kalimat tersebut berbunyi, jika menyaksikan betapa sengit kalian saling jegal untuk menjadi pemenang muktamar.

Selain menyoroti persaingan tidak sehat, ia juga menyinggung berbagai isu miring seputar peredaran uang serta trik kotor yang mencoreng kesucian forum permusyawaratan para kyai tersebut.

Dugaan praktik transaksional yang mencuat ke permukaan diuraikan melalui kutipan kalimat yang berbunyi, Belum lagi soal isu soal uang dan berbagai trik lain.

Sebagai puncak kekecewaannya terhadap pola orientasi kepengurusan yang kian bergeser ke ranah perebutan kekuasaan, ia menyarankan agar organisasi massa tersebut lekas bertransformasi secara resmi menjadi partai.

Saran satir agar perkumpulan keagamaan itu dilegalkan sebagai wadah politik praktis disampaikan lewat kutipan kalimat penutup yang berbunyi, Benar-benar tak beda dengan kongres atau munas partai aja.

Seruan agar identitas kelembagaan tersebut dilebur ke dalam panggung politik formal ditegaskan lewat kutipan kalimat pamungkas yang berbunyi, Sekalian aja kembali jadi parpol: Partai NU.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung