Berita, Nasional

AHY Klarifikasi Pernyataan Soal Kekuasaan Bukan untuk Selamanya Demi Teguhkan Semangat Internal Kader Partai Demokrat

Repelita.net

10 September 2026 19:01 WIB • 349 view

AHY Klarifikasi Pernyataan Soal Kekuasaan Bukan untuk Selamanya Demi Teguhkan Semangat Internal Kader Partai Demokrat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum Partai Demokrat memberikan penjelasan mendalam terkait pernyataannya tentang kekuasaan yang bukan milik seseorang serta tidak abadi.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam agenda politik yang berlangsung pada Sabtu 5 September 2026.

ADVERTISEMENT

Putra sulung dari Presiden Republik Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan bahwa maksud dari ungkapan tersebut ditujukan secara khusus kepada kalangan internal partai.

Tujuan utamanya adalah untuk memompa semangat seluruh kader serta meneguhkan kembali nilai-nilai fundamental serta jati diri perjuangan Partai Demokrat.

Hal tersebut diungkapkan olehnya dalam perayaan puncak HUT ke-25 Partai Demokrat yang diadakan di Jakarta pada Rabu 9 September 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pidato politik mengenai kekuasaan itu juga bertujuan untuk memastikan setiap kader memahami tanggung jawab besar mereka sebagai bagian dari unsur pemerintahan.

Ia merasa perlu memperjelas arah pesan tersebut karena dikhawatirkan terdapat pihak-pihak yang keliru dalam menafsirkan maksud aslinya.

Posisi politik Partai Demokrat saat ini dinilai sangat jelas dan teguh dalam mendukung penuh agar pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dapat berjalan sukses.

Seluruh jajaran partai tidak memiliki agenda lain selain mengawal pencapaian serta keberhasilan dari jalannya pemerintahan saat ini.

Masyarakat dipastikan akan merasakan kebahagiaan mendalam ketika roda pemerintahan berhasil meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat ketersediaan lapangan kerja.

Stabilitas nasional yang terjaga dengan baik serta pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat juga menjadi dambaan bersama seluruh rakyat.

Keberhasilan dalam membawa Indonesia melangkah semakin maju ke depan bukan sekadar pencapaian seorang presiden semata.

Capaian tersebut juga melibatkan kerja keras jajaran kabinet serta seluruh partai politik yang berada di dalam barisan pemerintahan.

Pada akhirnya, pihak yang meraih kesuksesan sejati bukanlah golongan tertentu, melainkan seluruh bangsa Indonesia secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengingatkan bahwa Partai Demokrat telah melalui berbagai dinamika politik mulai dari kemenangan hingga kekalahan.

Menteri Koordinator Infrastruktur tersebut menyebutkan bahwa perjalanan naik turun tersebut merupakan bukti konsistensi partai dalam menjunjung tinggi nilai demokrasi.

Rangkaian peristiwa penting tersebut disampaikan saat dirinya berpidato di Kantor DPP Partai Demokrat yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat.

Hakikat utama dari pelaksanaan pemilihan umum adalah kedaulatan yang sepenuhnya berada di tangan rakyat jelata.

Oleh karena itu, tidak boleh ada pihak yang menghalang-halangi hak rakyat untuk menggunakan suara mereka dalam memilih maupun dipilih.

Selain itu, ia juga mengenang kembali kondisi stabilitas negara yang berjalan dengan damai ketika Indonesia dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada rentang tahun 2004 hingga 2014.

Masa kepemimpinan tersebut dinilai patut dijadikan sebagai teladan dalam menjaga kualitas kehidupan berdemokrasi yang sehat.

Bentuk kekuasaan dalam sistem negara yang demokratis ditegaskan tidak bersifat abadi dan sama sekali bukan milik perorangan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung