Repelita [Jakarta] - Partai Demokrat secara tegas membantah keterlibatan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dalam dugaan skandal korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Bantahan ini muncul merespons beredarnya daftar berisi puluhan nama yang diduga dikaitkan oleh mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya.
ADVERTISEMENT
Publik sempat dihebohkan oleh konten digital yang mencantumkan keterangan frasa “2 Orang Kolonel usulan AHY” terkait perkara korupsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyatakan bahwa pimpinannya sama sekali tidak memiliki relasi personal dengan Sony Sonjaya.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya.
AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan saudara Sony Sonjaya.
Herzaky juga memastikan bahwa tidak pernah ada rekomendasi atau usulan dari pihak AHY kepada Sony Sonjaya untuk keperluan program tersebut.
AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Terkait frasa yang viral di media sosial, Herzaky menilai bahwa informasi tersebut tidak memiliki landasan fakta dan bersifat fitnah jika ditujukan kepada Agus Harimurti Yudhoyono.
Karena itu, frasa '2 orang Kolonel usulan AHY', jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran.
Sementara itu, Sony Sonjaya dikabarkan telah mengajukan diri sebagai justice collaborator kepada pihak Kejaksaan Agung guna membantu proses pengusutan kasus.
Kuasa hukum Sony, Elza Syarief, mengungkapkan bahwa kliennya siap membongkar pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini.
Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi.
Jadi, kan itu masih sifatnya, eh, pro-justicia, confidential.
Identitas pihak-pihak yang disebutkan dalam pemeriksaan belum dapat dipublikasikan karena masih menjadi bagian dari materi rahasia penyidikan pro-justicia. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok