Berita, Internasional

Adidas Minta Maaf Usai Gandeng Eks Tentara Israel dalam Kampanye Iklan Sepatu

Repelita.net

10 September 2026 23:41 WIB • 555 view

Adidas Minta Maaf Usai Gandeng Eks Tentara Israel dalam Kampanye Iklan Sepatu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Merek perlengkapan olahraga terkemuka asal Jerman yakni Adidas menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik luas menyusul gelombang kritik tajam.

Kecaman tersebut bermula dari kampanye iklan produk komersial yang menampilkan seorang mantan tentara Israel bernama Shalev Biton yang kehilangan sebelah kakinya saat bertugas.

ADVERTISEMENT

Perusahaan multinasional itu menyadari bahwa materi visual yang dipakai dalam promosi lokal tersebut telah memicu reaksi kemarahan serta seruan boikot dari masyarakat.

Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivasi lokal baru-baru ini telah memicu kekhawatiran dan reaksi keras, bunyi pernyataan resmi manajemen perusahaan.

Sama sekali bukan niat kami untuk menyinggung perasaan siapa pun, dan kami memohon maaf kepada pihak-pihak yang terdampak, lanjut keterangan tertulis tersebut.

Pihak produsen pakaian serta alat olahraga itu menegaskan bahwa mereka mengakui berbagai kekhawatiran yang telah disuarakan oleh publik serta menanggapi masukan tersebut dengan serius.

Kampanye pemasaran yang menuai polemik itu sebenarnya dirancang untuk memperkenalkan layanan penjualan sepatu sebelah atau Single Shoe bagi para penyandang disabilitas amputasi.

Inisiatif program inovatif tersebut ditujukan agar masyarakat yang memerlukan satu buah alas kaki saja tidak harus merasa terbebani membeli sepasang produk secara utuh.

Namun pemilihan figur model iklan yang melibatkan mantan personel militer Israel tersebut justru menuai kecaman keras dari para aktivis pembela hak-hak kemanusiaan Palestina.

Para pegiat kemanusiaan mempertanyakan keputusan perusahaan pakaian olahraga global itu yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan para korban perang di wilayah Gaza.

Berdasarkan catatan lembaga kesehatan dunia WHO, ribuan warga sipil tak berdosa di Jalur Gaza mengalami cacat tubuh dan harus menjalani prosedur amputasi akibat konflik.

Kritikan pedas dari para pengguna media sosial membuat tagar boikot terhadap produk merek ternama tersebut menggema luas di berbagai platform digital internasional.

Manajemen perusahaan berupaya meredakan situasi dengan menyatakan bahwa prinsip kesetaraan serta inklusi tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan lini bisnis global mereka.

Layanan penjualan alas kaki satuan tersebut diklaim telah diluncurkan di Benua Eropa sejak awal tahun ini guna membantu konsumen dengan kebutuhan khusus.

Program bantuan kemudahan berbelanja itu kini secara bertahap mulai diperluas jangkauannya ke berbagai kawasan penting lain termasuk Asia serta Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung