Berita, Internasional

Adidas Dikecam Netizen Global Usai Gaet Eks Tentara Israel dalam Kampanye Sepatu, Tutup Mata 6.000 Warga Gaza Diamputasi?

Repelita.net

10 September 2026 23:45 WIB • 594 view

Adidas Dikecam Netizen Global Usai Gaet Eks Tentara Israel dalam Kampanye Sepatu, Tutup Mata 6.000 Warga Gaza Diamputasi?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Merek perlengkapan olahraga terkenal yang digandrungi penikmat sepak bola casual yakni Adidas kini tengah menghadapi gelombang kecaman serta seruan boikot dari publik.

Badai kemarahan di dunia maya tersebut bermula setelah perusahaan multinasional itu meluncurkan materi kampanye iklan komersial bertajuk Single Shoe Service bagi para pelanggan.

ADVERTISEMENT

Program inovatif yang dirancang untuk memudahkan pembelian satu sebelah sepatu alih-alih sepasang itu justru memicu kontroversi karena menggandeng mantan tentara Israel bernama Shalev Biton.

Berdasarkan laporan media asal Israel yang dirilis pada hari Senin tanggal 7 bulan September, tokoh militer tersebut kehilangan kaki kirinya dalam pertempuran dekat Gaza bulan Mei 2021.

Keputusan jenama busana olahraga global tersebut sontak mendatangkan kritik tajam dari berbagai kalangan mulai dari para aktivis pembela hak asasi manusia hingga kalangan seniman internasional.

Para pengkritik menilai manajemen perusahaan telah menunjukkan sikap nirempati lantaran mengangkat figur militer asing yang mengalami cacat tubuh di tengah ribuan korban perang Palestina.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, jutaan warga sipil di wilayah konflik mengalami penderitaan mendalam termasuk ribuan anak-anak yang kehilangan anggota tubuh.

Sejumlah pesohor dunia turut mengecam langkah kontroversial tersebut termasuk aktor papan atas asal Spanyol yakni Javier Bardem yang membintangi film populer No Country for Old Men.

Melalui rangkaian unggahan Instagram Story miliknya pada hari Minggu tanggal 6 bulan September, sang aktor secara terbuka menyerukan kepada para pengikutnya untuk memboikot produk Adidas.

Selain sang aktor terkenal, seorang ilustrator bernama Gina Nakhle Koller turut melayangkan kritik pedas lewat karya seni kartun yang diunggah ke akun Instagram miliknya pada hari kemarin.

Dalam karya visual tersebut, sang ilustrator menyoroti kontras antara model iklan merek ternama dengan kondisi mengenaskan anak-anak korban perang di wilayah kantong kemanusiaan Gaza.

Lebih dari 6.000 orang diamputasi di Gaza. Satu dari lima adalah anak-anak. Adidas memilih seorang tentara IDF, tulis Gina Nakhle Koller dalam keterangan unggahan di akun Instagram miliknya.

Gelombang protes serupa juga disuarakan oleh seorang penulis terkemuka keturunan Palestina-Amerika Serikat bernama Susan Abulhawa melalui akun media sosial X miliknya pribadi.

Populasi penyandang amputasi anak terbesar di dunia diciptakan oleh orang-orang seperti iblis genosida ini [Israel], tulisnya di platform digital tersebut merespons iklan Adidas.

Berbagai kecaman dari warganet global terus mengalir deras di dunia maya dengan banyaknya pengguna internet yang membagikan rekaman video aksi pembuangan produk sepatu merek terkait.

Menanggapi berbagai reaksi keras yang terus membesar, pihak produsen busana olahraga asal Jerman itu mengeluarkan pernyataan resmi guna meredakan situasi panas di tengah masyarakat.

Manajemen perusahaan berdalih bahwa program promosi tersebut sama sekali tidak dimaksudkan sebagai pernyataan politik melainkan inisiatif global untuk memperluas aksesibilitas konsumen.

Kami menyadari bahwa interpretasi dalam beberapa hari terakhir telah salah menggambarkan tujuan layanan ini, bunyi tanggapan resmi dari pihak manajemen perusahaan global tersebut.

Penting untuk mengklarifikasi bahwa ini adalah inisiatif global yang bertujuan untuk memperluas pilihan dan aksesibilitas bagi atlet dan konsumen di seluruh dunia, lanjut keterangan itu.

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza sendiri terus memburuk menyusul rangkaian agresi militer bersenjata yang dilancarkan oleh pemerintahan zionis sejak bulan Oktober tahun 2023 lalu.

Badan kesehatan dunia WHO mencatat ribuan penduduk sipil mengalami luka parah pada bagian ekstremitas tubuh serta membutuhkan proses rehabilitasi medis jangka panjang yang sangat memadai.

Namun keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah blokade membuat penanganan medis bagi para korban luka berat dan anak-anak penyandang disabilitas menjadi sangat terbatas dan memprihatinkan.

Bagi para penggemar setia produk busana kasual yang menjunjung tinggi nilai anti-rasisme, kontroversi ini bukanlah insiden pertama yang melibatkan jenama olahraga kenamaan tersebut.

Sebelumnya pada pertengahan tahun 2024, perusahaan sepatu itu juga sempat menuai kecaman luas setelah memutuskan hubungan kerja dengan model terkenal berdarah Palestina yaitu Bella Hadid.

Langkah pemutusan kontrak kerja sama yang dipicu oleh tekanan pihak luar tersebut pada akhirnya berujung pada permohonan maaf terbuka dari pihak manajemen kepada sang model.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung