Berita, Nasional

Absen Pengarahan Presiden Prabowo, Dedi Mulyadi Pilih Prioritaskan Penanganan Kebakaran Hutan Gunung Ciremai

Repelita.net

23 October 2026 22:27 WIB • 87 view

Absen Pengarahan Presiden Prabowo, Dedi Mulyadi Pilih Prioritaskan Penanganan Kebakaran Hutan Gunung Ciremai
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik absennya dirinya dari agenda pengarahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Pimpinan daerah yang akrab disapa KDM tersebut menegaskan bahwa dirinya terpaksa tidak hadir karena harus memprioritaskan penanggulangan bencana kebakaran hutan di lereng Gunung Ciremai.

Langkah mengutamakan penanganan krisis ekologis tersebut diakui Dedi telah selaras dengan arahan dari Menteri Sekretaris Negara serta sudah dilaporkan langsung kepada Sekretaris Kabinet.

Melalui sebuah rekaman video klarifikasi, Dedi menyatakan bahwa segala upaya pemadaman amukan si jago merah di kawasan lindung tersebut hingga kini masih diintensifkan petugas.

Fokus penanganan darurat dititikberatkan pada tindakan melokalisasi rembetan bara api, memperkuat sinergi dengan jajaran TNI, hingga mengerahkan kekuatan personel gabungan di lapangan.

Penjelasan komprehensif tersebut disiarkan melalui unggahan tayangan video pada kanal YouTube Tribunnews yang dikutip secara resmi pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026.

"Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg dan saya juga sudah lapor ke Pak Seskab," ujar Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, ia melaporkan perkembangan positif di mana pergerakan lidah api di kawasan vegetasi hutan pegunungan tersebut secara umum telah berhasil dibendung.

"Satu, apinya sudah tidak menjalar ke kawasan hutan sudah berhasil diisolasi," kata Dedi.

Kendati situasi berangsur terkendali, penyisiran di zona terdampak tetap digulirkan guna memastikan tidak ada lagi sisa bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Demi mempercepat proses pemadaman di area medan yang sulit dijangkau, Pemprov Jabar secara intensif berkoordinasi dengan jajaran otoritas pertahanan udara nasional.

Komunikasi terukur dibangun bersama Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI, serta Kepala Staf Angkatan Udara guna merealisasikan pengerahan armada helikopter pengebom air.

"Dan akhirnya hari ini Heli akan segera turun dari Bogor satu ke Kertajati dua ke pangkalan Sukani Majalengka," ujarnya.

Burung besi pemadam tersebut diterjunkan khusus untuk memfasilitasi operasi pemadaman taktis lewat udara melalui mekanisme penjatuhan air secara berkala di titik api.

"Dari situ Heli akan menggunakan water bombing melakukan penanganan kebakaran agar apinya padam dan tidak lagi menjalar ke berbagai tempat," kata Dedi.

Guna menyokong operasi pemadaman di jalur darat, pemerintah daerah juga memobilisasi kekuatan penuh dengan menerjunkan sedikitnya 1.000 personel ke area bencana.

Pasukan gabungan yang terdiri atas unsur prajurit TNI, anggota Polri, serta barisan sukarelawan tersebut bahu-membahu memaksimalkan fungsi kanal alamiah di lereng gunung.

Pembersihan jalur parit tersebut dimaksudkan sebagai strategi pembuatan sekat bakar alami guna memutus rantai pasokan rambatan api andai terjadi musibah serupa di masa depan.

"Yang kedua, bahwa hari ini ada 1000 warga TNI Polri relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif," ujar Dedi.

Langkah revitalisasi saluran air alamiah ini diproyeksikan sebagai instrumen mitigasi bencana jangka panjang yang berkelanjutan di wilayah kehutanan Jawa Barat.

"Sehingga ke depan kalau ada kebakaran lagi kalau kanalnya sudah terbangun dengan baik, kanal alamiahnya dioptimalkan, maka kebakaran tidak akan menjalar ke mana-mana," katanya.

Mengakhiri keterangannya, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen petugas yang rela bertaruh nyawa di medan api.

Ia tidak lupa menyelipkan pesan edukasi kepada publik agar senantiasa aktif mengambil peran dalam menjaga serta merawat kelestarian ekosistem alam sekitar.

"Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat alam kita. Karena kita adalah bagian dari alam. Alam tidak membutuhkan kita, tapi kita yang membutuhkan alam," tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung