Berita, Nasional

64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla Sumatera-Kalimantan

Repelita.net

21 September 2026 16:45 WIB • 51 view

64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla Sumatera-Kalimantan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penanganan musibah kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah kawasan di Pulau Sumatera serta Kalimantan hingga kini masih terus bergulir menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak pemerintah.

Kabar mengenai meluasnya amukan si jago merah tersebut disiarkan melalui platform media sosial digital oleh kanal YouTube Kompas TV Jember pada 21 September 2026.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini kobaran api di atas area tanah gambut dilaporkan masih terus meluas serta sangat sulit dijinakkan akibat kondisi permukaan lahan yang terlampau gersang.

Guna meredam pergerakan titik api agar tidak semakin menjalar ke wilayah lain, operasi pengeboman air dari jalur udara dioptimalkan sejak bulan Agustus 2026.

Sebanyak 64 unit armada pesawat gabungan dikerahkan ke lokasi krisis, dengan rincian operasional yang terdiri atas 55 unit milik BNPB serta 9 unit armada kiriman TNI.

Langkah taktis lewat jalur dirgantara tersebut diperkuat oleh pergerakan masif dari sektor darat demi menahan laju kerusakan lingkungan yang semakin meluas.

Sebanyak 54.394 personel gabungan yang berasal dari unsur TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, satuan Manggala Akni, hingga relawan bergerak di lapangan.

Luasnya hamparan wilayah krisis serta karakteristik lahan gambut yang kering menjadi tantangan utama bagi tim pemadam dalam menjinakkan api.

Kendati dihadapkan pada situasi yang berat, kolaborasi dari seluruh elemen ini terus dipacu demi meminimalisasi ketebalan kabut asap yang mengancam kesehatan.

Bantuan logistik penanganan bencana bahkan berdatangan dari luar negeri, di mana armada helikopter milik negara Jepang turut diterjunkan ke Kabupaten Ketapang.

Langkah pemadaman intensif di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat tersebut diprioritaskan setelah dilakukan upaya pemadaman di titik kebakaran Kubu Raya serta Mempawah.

Kepungan kabut asap pekat dari sisa pembakaran lahan di area tersebut kini mulai mengganggu kualitas udara di sekitar lokasi.

Dampak penurunan kualitas lingkungan ini mulai memicu munculnya gangguan kesehatan di kalangan warga, khususnya mereka yang berada di Kubu Raya.

Mengantisipasi hal tersebut, Persatuan Purnawirawan Polri kemudian mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan terutama bagi warga lanjut usia.

Selain membuka posko pengecekan medis, pembagian masker juga dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Terkait aksi kepedulian di tengah kepungan polusi tersebut, perwakilan panitia pelaksana memberikan penjelasan mengenai kontribusi yang diberikan bagi masyarakat.

Di dalam tayangan itu ia menyatakan, “dari kabut asap ini kan agak berimplikasi terhadap apa ISPA kemudian yang lain-lain jadi kita hari ini ya mencobalah untuk berkontribusi untuk berpartisipasi untuk berpeduli terhadap masyarakat di kampung ini”.

Posko ini diharapkan mampu meringankan beban warga yang terdampak langsung oleh paparan polusi asap harian.

Menurut keterangan dokter yang bertugas di lokasi, sejumlah warga mulai mengeluhkan gejala sesak napas akibat pekatnya kabut asap.

Warga diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih serta menggunakan masker dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Para kelompok lansia diminta mendapatkan perhatian ekstra karena rentan terhadap penyakit bawaan seperti gangguan pernapasan.

Mengenai proteksi diri bagi kelompok rentan tersebut, dokter memberikan panduan teknis yang harus diterapkan oleh keluarga di rumah.

Di depan kamera ia menegaskan, “jangan sering keluar rumah kalau terpaksa harus keluar rumah pakai masker kedua banyak minum air putih itu aja sebenarnya intinya terus ee ee untuk yang lansia terutama nah itu paling penting karena biasanya kalau lansia kan darah tinggilah ada gangguan pernapasan nah itu harus dijaga betul jangan sering-sering tadi keluar rumah jangan dan kalau bisa pakai masker”.

Melalui rentetan upaya pemadaman terintegrasi yang melibatkan puluhan ribu personel, warga berharap agar kebakaran dapat segera padam sepenuhnya.

Berhentinya kepungan kabut asap menjadi kunci utama agar roda perekonomian serta aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Pemantauan terhadap pergerakan titik panas baru di Sumatera dan Kalimantan terus diperketat oleh instansi berwenang secara berkala.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung