Berita, Timur Tengah

40 Hari Perang, Iran Tuntut 5 Negara Arab Sekutu AS-Israel Ganti Rugi 270 Miliar Dolar AS

Repelita.net

15 April 2026 22:47 WIB • 960 view

40 Hari Perang, Iran Tuntut 5 Negara Arab Sekutu AS-Israel Ganti Rugi 270 Miliar Dolar AS
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Republik Islam Iran menuntut ganti rugi dengan nilai fantastis mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.627 triliun akibat perang yang dipicu Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, sejak 28 Februari 2026.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengungkapkan bahwa perkiraan awal kerugian langsung dan tidak langsung tersebut disampaikan kepada kantor berita Rusia RIA Novosti pada Selasa, 14 April 2026.

ADVERTISEMENT

"Kerugian biasanya harus diperiksa dalam beberapa tahap. Saat ini masih dalam penilaian awal," ujar Mohajerani, menegaskan bahwa angka tersebut belum final dan bisa bertambah.

Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, juga menuntut lima negara regional yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Yordania untuk membayar kompensasi berdasarkan tuduhan bahwa wilayah mereka digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Iravani menyebut kelima negara itu harus memberikan ganti rugi penuh atas semua kerusakan materiil dan moral yang diderita rakyat Iran sebagai akibat dari tindakan mereka yang melanggar hukum internasional.

Teheran juga mengemukakan gagasan kompensasi melalui protokol Selat Hormuz yang akan mencakup penerapan pajak bagi kapal-kapal yang melintas, yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai rezim hukum baru.

Presiden Bulan Sabit Merah Iran, Pir-Hossein Koulivand, melaporkan bahwa sekitar 125.000 infrastruktur sipil rusak parah atau hancur, mencakup 100.000 unit rumah penduduk dan 23.500 fasilitas komersial.

Kementerian Kesehatan Iran mencatat setidaknya 3.753 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak.

Selain itu, Sekretaris Asosiasi Maskapai Penerbangan Iran, Maghsoud Asadi Samani, mengatakan 60 pesawat sipil telah dinonaktifkan, dengan 20 di antaranya hancur total, sementara Iran hanya memiliki sekitar 160 pesawat penumpang yang masih beroperasi.

Isu kompensasi ini telah dibahas dalam perundingan Teheran-Washington di Islamabad pekan lalu, namun putaran pertama negosiasi berakhir tanpa kesepakatan karena tuntutan AS yang dinilai terlalu berlebihan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung