Repelita Jakarta - Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas membantah klaim dari pihak Iran yang menyatakan bahwa nasib perdana menteri tidak diketahui setelah serangan rudal yang menyasar Yerusalem dan menyebut pernyataan tersebut sebagai informasi palsu yang sengaja disebarkan.
Media Iran kemudian merilis foto Benjamin Netanyahu yang sedang mengunjungi lokasi serangan rudal mematikan di Beit Shemesh pada Senin 2 Maret 2026 untuk membuktikan bahwa klaim sebelumnya tidak benar.
Dalam kunjungan tersebut perdana menteri menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban yang tewas akibat serangan rudal tersebut.
Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa rezim Iran menargetkan warga sipil secara sengaja sementara Israel hanya menyerang rezim teror untuk melindungi warga sipil sehingga terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan kedua pihak.
Ia menyoroti bahwa Iran tidak hanya mengancam Israel dan Amerika Serikat melainkan juga seluruh rakyat di kawasan Timur Tengah serta berpotensi mengancam Eropa.
Netanyahu merujuk pada serangan pesawat nirawak Iran terhadap pangkalan militer Inggris di Siprus yang terjadi pada hari yang sama sebagai bukti ancaman yang lebih luas.
Perdana menteri menyatakan bahwa jika rezim Iran berhasil memperoleh senjata nuklir maka seluruh umat manusia akan berada dalam bahaya sehingga tindakan preventif telah diambil bersama Amerika Serikat demi kepentingan global.
Juru bicara militer Iran melalui pernyataan video yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Fars mengklaim bahwa rudal Khaibar berhasil mengenai kantor perdana menteri serta kediaman kepala Angkatan Udara Tomer Bar dalam serangan mendadak.
Tidak ada laporan mengenai kerusakan signifikan di Yerusalem meskipun sirene serangan udara sempat berbunyi di ibu kota sekitar dua jam sebelumnya.
Kantor Netanyahu dilaporkan tetap utuh dan tidak terdampak langsung sesuai semua informasi yang tersedia hingga saat ini.
Juru bicara Iran juga mengklaim bahwa pasukan pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh tiga jet tempur Amerika Serikat di atas wilayah Kuwait.
Pihak Amerika Serikat menyatakan bahwa ketiga pesawat tersebut terkena tembakan secara tidak sengaja dari sistem pertahanan udara Kuwait.
Media Israel menilai bahwa rezim Iran sering kali melebih-lebihkan pencapaian militernya demi kepentingan propaganda domestik dan internasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

