Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kematian Ayatollah Khamenei Justru Picu Serangan Balasan Iran yang Ganas ke Israel dan Basis AS

 

Repelita Jakarta - Kematian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Ayatollah Ali Khamenei tidak membuat Iran menyerah atau tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat melainkan justru memicu respons balasan yang semakin ganas dan tanpa kompromi.

Iran langsung melancarkan serangan tanpa basa-basi melalui Korps Garda Revolusi Islam ke berbagai target strategis Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Donald Trump kini menghadapi tantangan berat akibat keputusan melancarkan operasi tersebut yang membawa risiko di empat bidang utama yaitu geopolitik diplomatik ekonomi dan politik dalam negeri.

Secara geopolitik tewasnya Khamenei memicu kekhawatiran konflik regional baru di seluruh Timur Tengah dengan negara-negara Teluk cemas akan kekacauan yang merembet ke perbatasan serta infrastruktur minyak mereka.

Dari sisi diplomatik Amerika Serikat kesulitan menemukan figur internal Iran yang bisa diajak bekerja sama seperti kasus Venezuela sehingga pintu negosiasi tertutup rapat seperti dinyatakan pejabat senior Iran Ali Ardashir Larijani.

Secara ekonomi penutupan Selat Hormuz oleh Iran per 1 Maret 2026 mengancam pasokan minyak dunia yang mencapai seperlima konsumsi global sehingga berpotensi menaikkan harga minyak hingga seratus empat puluh dolar per barel.

Di dalam negeri Amerika Serikat jajak pendapat Ipsos menunjukkan hanya sekitar seperempat warga yang mendukung operasi militer terhadap Iran sementara mayoritas lelah dengan pengeluaran triliunan dolar untuk konflik Timur Tengah.

CENTCOM mengonfirmasi tiga tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan balasan Iran di Kuwait sehingga menambah tekanan domestik terhadap Trump atas legalitas perang tanpa otorisasi Kongres.

Iran mengklaim telah melancarkan serangan lanjutan dengan rudal Khyber gelombang ke-10 yang menyasar kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta markas komandan angkatan udara Zionis.

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya IRGC Ebrahim Zolfaghari menyatakan serangan itu terencana mengejutkan dan berhasil memberikan pukulan signifikan dengan nasib Netanyahu hingga kini masih belum jelas.

Zolfaghari menambahkan bahwa unit pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh tiga jet tempur Amerika Serikat yang mencoba menyerang sehingga memperkuat posisi Teheran dalam konflik berkelanjutan ini.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kematian Khamenei justru memperkuat nasionalisme serta tekad garis keras Iran untuk melawan habis-habisan tanpa tanda-tanda akan tunduk.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved