Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran Bentuk Dewan Transisi Tiga Orang: Ayatollah Alireza Arafi Pimpin Sementara Pasca Tewasnya Khamenei

 

Repelita Jakarta - Iran telah mengumumkan pembentukan dewan transisi beranggotakan tiga orang untuk mengelola urusan negara pasca meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Dewan tersebut dipimpin sementara oleh Ayatollah Alireza Arafi yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Konstitusi yang memiliki pengaruh besar di sistem politik Iran.

Dua anggota lainnya adalah Presiden Masoud Pezeshkian serta Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sehingga membentuk struktur kepemimpinan sementara yang lengkap.

Juru bicara dewan penentu kebijakan Mohsen Dehnavi menyatakan bahwa Ayatollah Alireza Arafi telah ditetapkan sebagai anggota dewan kepemimpinan transisi dikutip dari berbagai sumber pada Selasa 3 Maret 2026.

Ulama berusia enam puluh tujuh tahun ini juga merupakan bagian dari Dewan Pengawas yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru di kemudian hari.

Penetapan Arafi dilakukan oleh Dewan Kepentingan Nasional yang berfungsi sebagai badan arbitrase penting dalam struktur kekuasaan Republik Islam.

Berdasarkan Pasal seratus sebelas Konstitusi Iran dewan transisi ini akan menjalankan pemerintahan hingga Majelis Ahli yang beranggotakan delapan puluh delapan orang berhasil memilih pengganti Khamenei secara permanen.

Khamenei telah memimpin Iran selama hampir tiga puluh tujuh tahun sebelum kematiannya pada Sabtu lalu sehingga menciptakan kekosongan kekuasaan yang signifikan di tingkat tertinggi.

Kematian tersebut memunculkan berbagai pertanyaan krusial mengenai arah masa depan politik dan stabilitas internal Iran di tengah tekanan eksternal yang berat.

Meskipun dewan kepemimpinan sementara mengambil alih tugas pemerintahan Konstitusi tetap mewajibkan Majelis Ahli untuk segera melaksanakan pemilihan pemimpin tertinggi baru tanpa penundaan berlebih.

Korps Garda Revolusi Islam serta kepala keamanan Ali Larijani diperkirakan memainkan peran kunci dalam dinamika dewan transisi ini meski keseimbangan kekuatan di antara mereka masih belum sepenuhnya jelas.

Komandan IRGC juga gugur dalam serangan yang sama pada Sabtu sehingga menjadi kehilangan kedua dalam kurun waktu kurang dari satu tahun untuk kepemimpinan pasukan elit tersebut.

Belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti komandan IRGC sementara beberapa kanal Telegram yang berafiliasi dengan IRGC menyebut Wakil Kepala Ahmad Vahidi sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi tersebut.

Ahmad Vahidi sebelumnya telah ditunjuk oleh Khamenei dua bulan lalu sehingga posisinya semakin kuat dalam spekulasi suksesi internal.

Pada hari Minggu Ali Larijani menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya merampok serta memecah belah Iran sekaligus memperingatkan kelompok separatis domestik bahwa aksi mereka akan ditindak tegas.

Ia menyatakan bahwa para prajurit pemberani serta bangsa besar Iran akan memberikan pelajaran tak terlupakan bagi para penindas internasional.

Larijani yang pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen dan kini menjadi penasihat kebijakan senior sebelumnya bertugas memberikan masukan strategis kepada Khamenei terkait negosiasi nuklir dengan pemerintahan Donald Trump.

Situasi transisi ini menunjukkan upaya Iran untuk menjaga kontinuitas kepemimpinan di tengah krisis besar yang dipicu oleh serangan asing.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved