Repelita Jakarta - Palestina memiliki kedudukan khusus dalam ajaran Islam karena mendapat keberkahan langsung dari Allah SWT sebagaimana termaktub dalam surah Al-Isra ayat pertama.
Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Melihat.
Ayat tersebut menggambarkan peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis yang berada di wilayah Palestina.
Keberkahan yang disebutkan meliputi tanah Palestina secara keseluruhan sehingga wilayah itu dianggap suci dan penuh berkah bagi umat Islam sepanjang zaman.
Selain dalam Al-Quran Palestina juga mendapat penekanan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW khususnya yang berkaitan dengan tanda-tanda akhir zaman.
Salah satu hadis riwayat Ahmad menyatakan akan senantiasa ada sekelompok umatku yang tampil membela kebenaran mereka menang melawan musuh-musuh mereka hingga datang keputusan Allah mereka tetap seperti itu hingga akhir zaman lalu para sahabat bertanya di mana mereka wahai Rasulullah beliau menjawab di Baitul Maqdis dan sekitar Baitul Maqdis.
Baitul Maqdis yang dimaksud merujuk pada Yerusalem yang termasuk dalam wilayah Palestina serta menjadi lokasi Masjidil Aqsa kiblat pertama umat Islam sebelum dialihkan ke Ka'bah.
Tempat itu menjadi saksi peristiwa Isra Mikraj di mana Nabi Muhammad SAW salat berjamaah bersama para nabi terdahulu sebelum naik ke langit bersama Malaikat Jibril untuk menghadap Allah SWT.
Hadis riwayat Abu Dawud menyebutkan wahai anak Hawalah apabila engkau melihat kekhilafahan telah turun di bumi yang disucikan maka sungguh telah dekat bencana gempa dan berbagai kesedihan serta perkara-perkara besar pada saat itu hari kiamat lebih dekat kepada orang-orang daripada tanganku ini dari kepalaku.
Frasa bumi yang disucikan dalam hadis tersebut merujuk pada wilayah Palestina atau Syam yang mendapat keberkahan khusus dari Allah SWT.
Hal ini sejalan dengan surah Al-Anbiya ayat tujuh puluh satu yang berbunyi Dan Kami selamatkan dia Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.
Tafsir ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim serta Nabi Lut ke wilayah Syam atau Palestina yang diberkahi dengan kesuburan air berlimpah serta tumbuhan yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
Wilayah tersebut juga menjadi tempat lahir banyak nabi serta kiblat awal umat Islam sehingga memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi.
Banyak pihak mengaitkan kemerdekaan Palestina dengan tanda dekatnya hari kiamat berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud tersebut namun para ulama menilai hadis itu lemah karena terdapat perawi yang kurang terpercaya seperti Abdullah bin Zughb.
Hadis tersebut juga dianggap tidak sesuai sunnah karena memuat ramalan masa depan yang terlalu rinci sehingga tidak dapat dijadikan hujjah yang kuat.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu pasti terjadinya hari kiamat kecuali Allah SWT sebagaimana ditegaskan dalam surah Al-A'raf ayat seratus delapan puluh tujuh.
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat kapan terjadi katakanlah sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku tidak ada yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia kiamat itu sangat berat huru-haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya katakanlah sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat ada pada Allah tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Pengetahuan tentang hari kiamat sepenuhnya berada di sisi Allah SWT sehingga umat Islam diwajibkan fokus pada amal saleh serta persiapan akhirat bukan pada spekulasi waktu tertentu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

