Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Eropa Terjepit Krisis Energi: Gas Rusia Putus Total, Selat Hormuz Diblokir, Pipa Druzhba Lumpuh

 

Repelita Jakarta - Eropa kini menghadapi krisis energi yang sangat pelik karena pasokan gas dari Rusia telah terputus sepenuhnya akibat sanksi dan kerusakan infrastruktur sementara jalur utama minyak dunia di Selat Hormuz mengalami gangguan berat akibat eskalasi perang terbuka antara Amerika Serikat Israel dan Iran.

Konflik tersebut telah menyebabkan blokade efektif di Selat Hormuz yang menjadi lintasan seperlima perdagangan minyak global sehingga banyak kapal tanker tertahan dan produksi migas di kawasan Timur Tengah melambat drastis.

Situasi ini membuat ketergantungan Eropa terhadap jalur pipa darat seperti Druzhba semakin mendesak sekaligus memunculkan ketegangan diplomatik baru antara Ukraina dengan negara-negara tetangganya yang menjadi penerima aliran minyak.

Uni Eropa memberikan tekanan kuat kepada Ukraina agar segera mengizinkan inspeksi independen terhadap pipa Druzhba yang rusak parah akibat serangan udara Rusia pada Januari lalu.

Pipa tersebut yang menyalurkan minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia kini lumpuh total sehingga menimbulkan tudingan politik dari kedua negara penerima yang menganggap Kyiv sengaja menghentikan aliran untuk menekan pihak yang dianggap pro-Kremlin.

Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa kerusakan memang sangat berat dan operasional paksa akan membahayakan keselamatan serta lingkungan sekitar.

CEO Naftogaz Sergii Koretskyi memberikan penjelasan teknis bahwa serangan Rusia menghantam tangki penyimpanan berkapasitas 75.000 meter kubik sehingga memicu kebakaran besar yang baru dapat dipadamkan setelah sepuluh hari.

Luas area terdampak membuat proses pembersihan dan penilaian awal berlangsung sangat lambat sementara kerusakan meliputi tidak hanya pipa tetapi juga peralatan pemantauan kebocoran kabel listrik serta transformator utama.

"Sejumlah besar peralatan kabel listrik transformator dan sistem deteksi kebocoran yang bertanggung jawab untuk penyegelan pipa mengalami kerusakan serangan udara tersebut menyebabkan kebakaran di reservoir minyak terbesar di Eropa dengan diameter sebesar lapangan sepak bola" jelas Koretskyi dilansir melalui The Financial Times.

Pemerintah Ukraina menekankan bahwa melakukan perbaikan di tengah kondisi perang tanpa gencatan senjata merupakan tugas berisiko tinggi karena keterbatasan sumber daya dan ancaman serangan susulan terhadap kru teknisi.

Sengketa ini semakin mendesak di tengah lonjakan harga energi global yang dipicu oleh konflik AS-Israel melawan Iran sehingga akses Eropa terhadap alternatif migas dari kawasan Teluk juga terhambat serius.

Ketika pasokan gas Rusia sudah hilang dan migas Timur Tengah terganggu pipa Druzhba seharusnya menjadi penyelamat alternatif namun kini justru menjadi sumber konflik diplomatik baru di Benua Biru.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved