Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Anwar Ibrahim Sampaikan Belasungkawa dan Kecam Pembunuhan Ali Khamenei, Pengamat: Prabowo Masih Bisu Tak Berani Ucap Belasungkawa

 

Repelita Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat dan Israel yang dinilai sebagai preseden berbahaya bagi tatanan hukum internasional.

"Serangan terhadap kepala negara secara sengaja menimbulkan preseden berbahaya serta melemahkan norma-norma dan prinsip-prinsip yang mendasari tatanan internasional," jelas Anwar Ibrahim dalam pernyataan yang disampaikannya melalui media sosial X pada Minggu, 1 Maret 2026.

Lebih jauh Anwar mengungkapkan bahwa pemerintah Malaysia tengah meninjau dampak ekonomi dari serangan tersebut, terutama terkait perdagangan dan keamanan energi yang menjadi aspek vital bagi negaranya.

"Kami sedang menilai dampak dari konflik ini terhadap perdagangan dan pasokan energi Malaysia," katanya menegaskan pentingnya kestabilan di tengah ketegangan global yang semakin tidak menentu.

Sementara itu Presiden Indonesia Prabowo Subianto belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait wafatnya Khamenei meskipun sempat menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat tersebut.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi tawaran tersebut namun menyatakan bahwa hingga kini tidak ada negosiasi yang efektif dengan Amerika Serikat dapat dilakukan.

"Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun," tegas Boroujerdi dalam jumpa pers di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.

Pengamat politik Muslim Arbi menyoroti sikap Indonesia yang belum mengeluarkan ucapan belasungkawa resmi atas wafatnya Khamenei dan menilai hal ini mencerminkan kehati-hatian berlebihan terhadap Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik kawasan.

"Ini bukan hanya soal politik luar negeri, tetapi juga sensitivitas terhadap solidaritas umat," katanya kepada wartawan pada Senin, 2 Maret 2026.

"Prabowo terlihat takut ke Amerika Serikat dengan tidak mengucapkan belasungkawa," imbuhnya mengkritisi sikap pemerintah yang dinilai terlalu berhati-hati.

Muslim Arbi membandingkan langkah Indonesia dengan keberanian diplomatik Malaysia yang secara terbuka menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran.

Menurutnya langkah Anwar Ibrahim menunjukkan keberanian moral tanpa harus memutuskan hubungan strategis dengan negara-negara Barat yang menjadi mitra Malaysia.

"Politik luar negeri bebas aktif seharusnya memungkinkan pemerintah menyampaikan sikap kemanusiaan tanpa dianggap berpihak secara militer atau strategis," pungkas Muslim Arbi menegaskan.

"Bebas aktif bukan berarti diam dalam setiap peristiwa besar dunia," tambahnya mengkritisi sikap pemerintah Indonesia yang dinilai terlalu pasif.

Hingga berita ini diturunkan, Istana Kepresidenan Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan duka cita atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Pemerintah Indonesia lebih memilih mengimbau semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai atas konflik yang tengah berlangsung.

Dengan ketegangan yang meningkat akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, berbagai negara di kawasan terus memantau perkembangan situasi yang berpotensi mempengaruhi stabilitas regional dan hubungan internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved