Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Trump: Saya Tak Tahu Berapa Lama Lagi Hidup, Banyak yang Mengincar Saya di Acara Peringatan Korban Imigrasi Ilegal

 

Repelita Washington - Donald Trump menyampaikan pernyataan yang menyinggung kemungkinan umurnya tidak panjang lagi saat berpidato dalam acara peringatan dua tahun pembunuhan mahasiswi keperawatan Laken Riley yang menjadi korban imigran ilegal.

Acara tersebut digelar untuk menghormati keluarga korban kekerasan akibat kebijakan perbatasan yang dianggap longgar dan diberi nama Keluarga Malaikat.

Saya tidak tahu berapa lama saya akan hidup ada banyak orang yang mengincar saya bukan ucap Trump dari podium sebagaimana dikutip berbagai sumber berita.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengenang para korban dengan menyatakan tapi saya tidak akan melupakan mereka saya tidak akan melupakan mereka merujuk pada warga Amerika yang tewas.

Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Trump telah menandatangani proklamasi resmi yang menetapkan tanggal 22 Februari sebagai Hari Keluarga Malaikat Nasional.

Hari peringatan ini ditujukan bagi para korban serta keluarga mereka yang berduka atas dampak kebijakan perbatasan terbuka.

Pembunuhan Laken Riley terjadi pada 22 Februari 2024 ketika mahasiswi tersebut sedang berlari joging dan menjadi korban Jose Ibarra warga Venezuela yang kemudian divonis seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Pemerintahan Trump kerap menggunakan kasus ini sebagai bukti kuat perlunya penguatan pengamanan perbatasan secara signifikan.

Ibu korban Allyson Phillips menyatakan jika Anda pernah mengalami mimpi buruk yang kami alami Anda memahami pentingnya pekerjaan yang dia lakukan dalam mengamankan negara kita dan memperjuangkan keluarga kita karena ini bisa terjadi pada keluarga mana pun.

Komentar Trump soal orang yang mengincarnya kemungkinan terkait insiden terbaru di resor Mar-a-Lago Florida akhir pekan lalu.

Seorang pria bersenjata bernama Austin Tucker Martin berusia 21 tahun berhasil melewati gerbang utara resor tersebut sambil membawa senapan dan jerigen bahan bakar.

Secret Service menembak mati penyusup itu sekitar pukul 01.30 dini hari Minggu setelah ia mengarahkan senjata ke posisi menembak saat dihadapi agen.

Insiden ini terjadi tidak jauh dari klub golf Trump di West Palm Beach tempat upaya pembunuhan lain terhadapnya sempat terjadi selama masa kampanye 2024.

Seorang pria bernama Ryan Routh tertangkap setelah mengarahkan senapan melalui semak-semak sebelum agen Secret Service melepaskan tembakan yang membuatnya menyerah.

Routh kemudian dinyatakan bersalah dan baru-baru ini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sebelumnya Trump juga selamat dari upaya pembunuhan di acara kampanye di Pennsylvania di mana penembak melepaskan delapan tembakan dan melukai telinganya sebelum ditembak mati oleh penembak jitu Secret Service.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved