Repelita Jakarta - Pengamat politik Efriza memprediksi Partai Solidaritas Indonesia akan terdampak negatif dari fenomena rumah mantan Presiden Joko Widodo di Solo yang kini dikenal luas sebagai Tembok Ratapan Solo di Google Maps.
Efriza menilai fenomena tersebut merupakan ekspresi satire publik yang menyerang citra Jokowi karena dianggap haus popularitas setelah pensiun dari jabatan presiden.
Ia mengamati bahwa rumah Jokowi sering dikunjungi masyarakat dan pejabat dari berbagai daerah baik untuk mengadu maupun sekadar berswafoto sehingga menjadi sasaran kekecewaan masyarakat.
Menurut Efriza ekspresi satire seperti Tembok Ratapan Solo diyakini akan terus berkembang dan tidak berhenti pada satu bentuk saja untuk menciptakan efek citra negatif yang lebih luas terhadap Jokowi serta keluarganya.
Efriza menyoroti bahwa Jokowi telah menyatakan akan aktif menggalang suara untuk PSI pada Pemilu dua ribu dua puluh sembilan sehingga dukungan tersebut justru berpotensi merugikan partai berlogo gajah itu.
Ia menjelaskan bahwa jika produksi wacana negatif terhadap Jokowi semakin masif maka citra PSI akan ikut memburuk karena partai tersebut sangat kental diasosiasikan dengan Jokowi.
Efriza menambahkan bahwa Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sebagai putra bungsu Jokowi semakin memperkuat persepsi bahwa PSI merupakan parpol milik Jokowi.
Menurutnya PSI telah mengkultuskan Jokowi sehingga hubungan erat antara partai dengan Jokowi serta keluarganya akan menyebabkan rembesan dampak dari ekspresi kecewa masyarakat terhadap Jokowi.
Efriza memperingatkan bahwa popularitas PSI berpotensi terpengaruh negatif akibat ekspresi publik tersebut bahkan dapat mengganggu upaya peningkatan elektabilitas partai ke depan.
Pernyataan Efriza tersebut disampaikan kepada RMOL pada Minggu 22 Februari 2026 sebagai analisis atas dampak fenomena Tembok Ratapan Solo terhadap citra politik PSI. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

