Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Rocky Gerung Sebut Perjanjian Dagang Prabowo-Trump Menghina Indonesia dan Merugikan Bangsa

 Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

Repelita Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik tajam kesepakatan perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Donald Trump di Washington DC.

Menurut Rocky perjanjian tersebut bersifat menghina Indonesia karena memberikan kesan bahwa Trump memaksa pihak Indonesia menerima semua ketentuan yang diinginkannya.

Memang setelah di-breakdown dianalisis secara detail oleh para pengamat ternyata perjanjian itu betul-betul menghina Indonesia jadi seolah-olah Donald Trump suruh tanda tangan semua yang gua mau ya termasuk loloskan produk kita masuk ke pasar Indonesia tanpa perlu ada label halal segala macam kan ujar Rocky dalam dialog bersama Hersubeno Arief di kanal YouTube Rocky Gerung Official @RockyGerungOfficial_2024 dengan judul Sangat Merugikan Indonesia DPR Harus Batalkan Perjanjian Prabowo dengan Trump dikutip Minggu 22 Februari 2026.

Ia menilai kesepakatan itu mencerminkan upaya Trump memposisikan diri sebagai pengendali ekonomi global sekaligus membatasi kebebasan Indonesia berdagang dengan negara lain.

Jadi soal kebebasan perdagangan juga sudah dikendalikan kita akhirnya nurut aja terhadap kelakuan brutal dari Donald Trump kenapa begitu ya karena kita butuh semacam persahabatan pura-pura dengan Donald Trump kan itu intinya kan katanya.

Rocky juga menyoroti pembatalan tarif yang semula disepakati oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat sehingga mengubah asumsi dasar perjanjian.

Jadi sekali lagi kita mau lihat apa sebetulnya yang menyebabkan negeri ini jadi bulan-bulanan dari Donald Trump dia janjikan sembilan belas persen tiba-tiba dibatalin oleh sistem hukum Amerika lalu dia pergi pada sepuluh persen kita nggak tahu mau ngapain itu jelasnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia seharusnya memanfaatkan peluang serupa untuk merevisi atau membatalkan perjanjian setelah adanya perubahan sepihak dari pihak Amerika.

Rocky menilai kapasitas diplomasi Indonesia rendah karena klausul perjanjian tidak dibaca secara kritis sehingga menunjukkan ketidakmampuan tim negosiasi memahami legal drafting dengan baik.

Sekali lagi ini jadi skandal sebetulnya karena apa yang sudah diputuskan akhirnya berubah hipotesisnya sorry berubah pengandaiannya kan pengandaiannya pertama adalah Trump bisa menjamin walaupun secara sepihak perjanjian itu ternyata Trump masih bisa dibatalkan oleh sistem hukum Amerika inilah konsekuensi dari kita tidak paham cara atau mekanisme politik sebetulnya di dalam konstitusi Amerika sambungnya.

Menurut Rocky Dewan Perwakilan Rakyat memiliki wewenang untuk membatalkan perjanjian tersebut secara paralel dengan pembatalan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.

Jadi sebetulnya kita juga bisa paralelkan bahwa kalau begitu parlemen Indonesia DPR dalam hal ini juga bisa membatalkan perjanjian itu kan harus ada semacam semangat untuk memanfaatkan justru celah hukum yang sudah disediakan oleh sistem hukum Amerika bahwa Trump tidak punya hak oleh karena itu dengan sendirinya perjanjian dengan Trump batal katanya.

Ia menambahkan bahwa pembatalan bisa didasarkan pada cacat hukum sejak awal karena Trump ternyata tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengatur tarif tersebut.

Itu berarti Indonesia juga sebagai partner bisa mengajukan dalil yang sejenis kan kalau begitu kita juga batal karena dari awal seandainya ada novum atau apa biasanya diistilahkan dalam hukum kalau diketahui dari awal bahwa Donald Trump sebetulnya nggak berhak untuk mengatur tarif itu berarti cacat dari awal kan itu intinya kan pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved