Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ricuh Jogja Usai Dugaan Oknum Brimob Aniaya Siswa MTs hingga Tewas di Tual, Polda Sulsel Waspadai Aksi Susulan

 

Repelita Makassar - Polda Sulawesi Selatan menyatakan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi unjuk rasa di sejumlah markas kepolisian termasuk markas Brimob menyusul mencuatnya dugaan penganiayaan oknum anggota Brimob Tual terhadap seorang siswa MTs yang memicu aksi besar-besaran di Yogyakarta.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menegaskan seluruh jajaran telah diinstruksikan melakukan langkah antisipatif di wilayah masing-masing pada Kamis 26 Februari 2026.

Ya semuanya kita antisipasi yah jadi kita mengintruksikan kepada seluruh jajaran untuk memonitor situasi di wilayahnya.

Didik menjelaskan jika muncul potensi kerawanan maka anggota di lapangan segera melaporkan ke satuan atas untuk ditindaklanjuti.

Dan segera diantisipasi baik itu intelijen maupun dari Babinkantibmas untuk bisa meredam.

Hingga saat ini belum ada pengerahan khusus personel untuk penjagaan di titik-titik vital meskipun pengawasan situasi kamtibmas terus dioptimalkan.

Sementara belum para Kasatwil dan Kapolres sekarang terus mengoptimalkan pemantauan di wilayah masing-masing untuk situasi Kamtibmas secara umum.

Polda Sulsel tetap menjaga kesiapsiagaan tanpa meremehkan dinamika masyarakat dan mengedepankan pendekatan preventif guna menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di wilayah Sulsel.

Iya tetap kita siap siaga antisipasi siapa tahu namanya kita tidak boleh underestimate.

Aksi unjuk rasa ratusan orang di depan Mapolda DIY pada Selasa 24 Februari 2026 malam berujung ricuh dengan kerusakan fasilitas pembatas gerbang hingga pagar roboh setelah didorong massa.

Aksi tersebut dipicu dugaan penganiayaan berujung kematian terhadap pelajar MTs di Kota Tual Maluku yang disebut melibatkan oknum anggota Brimob sehingga memantik solidaritas di berbagai daerah termasuk Yogyakarta.

Sejak sore aparat kepolisian sudah bersiaga dengan memasang kawat berduri memanjang di depan gerbang utama sisi timur Mapolda DIY sebagai langkah pencegahan.

Sekitar pukul 18.45 WIB massa mulai berdatangan dan memadati area depan markas kepolisian tanpa terlihat panggung orasi atau pembacaan tuntutan resmi.

Demonstran hanya bergerombol di balik kawat berduri yang membatasi akses masuk ke halaman dalam Mapolda dengan tensi tinggi hingga emosi memuncak.

Situasi semakin tegang ketika terdengar suara letusan dari arah depan Mapolda DIY yang membuat massa berlarian menjauh meskipun asal suara belum diketahui pasti.

Tidak lama setelah insiden pengamanan diperketat arus lalu lintas di perempatan Condongcatur ditutup sementara serta jalan menuju Mapolda DIY disterilkan untuk mencegah kericuhan meluas.

Massa yang memadati Jalan Ring Road Utara tepatnya di depan Pakuwon Mall Jogja perlahan mundur setelah sekelompok warga dari gang sekitar mendatangi kerumunan dan meminta aksi dihentikan.

Sekitar pukul 19.30 WIB situasi berubah cepat ketika desakan warga membuat massa akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved