
Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Chusnul Chotimah memberikan pandangan kritis terkait pembelaan terhadap mantan Presiden Joko Widodo di tengah berbagai tudingan yang terus bermunculan.
Melalui cuitannya di akun X pada Selasa 24 Februari 2026 Chusnul menyoroti dua kelompok yang saling berseberangan dalam menyikapi isu-isu seputar Jokowi.
Ia menyatakan bahwa partai-partai yang duduk di DPR lah yang aktif membongkar dugaan kebohongan serta berbagai siasat yang dilakukan Jokowi selama masa kepemimpinannya.
Menurut Chusnul kelompok tersebut memiliki keterlibatan langsung dalam proses pengawasan parlemen sehingga informasi dan kritik mereka dianggap lebih memiliki dasar kuat.
Di sisi lain pembelaan terhadap Jokowi justru datang dari partai yang gagal lolos ke parlemen sehingga posisinya dinilai kurang meyakinkan.
Chusnul secara tegas menyebut PSI sebagai satu-satunya partai yang gigih membela mantan presiden tersebut meskipun tidak memiliki kursi di DPR.
Ia menyamakan sikap PSI dengan pihak luar yang sok ikut campur urusan rumah tangga orang lain sehingga dianggap tidak pada tempatnya.
Chusnul menambahkan bahwa masyarakat yang rasional cenderung lebih mempercayai partai-partai yang berada di dalam parlemen karena mereka terlibat langsung dalam proses legislasi dan pengawasan.
Sebelumnya Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Hinca Panjaitan memberikan sindiran keras kepada PSI yang mengomentari proses revisi Undang-Undang KPK.
Hinca mengingatkan bahwa PSI tidak memiliki perwakilan di DPR saat pembahasan revisi berlangsung sehingga tidak ikut serta dalam proses tersebut.
Ia menegaskan bahwa setiap pembahasan undang-undang pasti melibatkan pemerintah sebagai perwakilan presiden termasuk pada masa kepemimpinan Jokowi.
Hinca membantah klaim PSI bahwa pemerintah tidak terlibat dalam revisi UU KPK karena perwakilan kementerian hadir menyampaikan pandangan hingga kesepakatan tercapai di rapat paripurna.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

