
Repelita Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia yang kini mendapat dukungan mantan Presiden Joko Widodo diyakini menjadi modal elektoral penting untuk menarik simpati bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029.
Pengamat politik Citra Institute Efriza menilai peluang Gibran menjadi lawan politik Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029 memang memungkinkan melalui PSI meskipun tidak secara tunggal mengusungnya walaupun ambang batas pencalonan presiden telah menjadi nol persen berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62 Tahun 2024.
Efriza menyatakan kesiapan PSI mengusung Gibran secara mandiri masih sangat terbatas baik dari segi elektoral maupun infrastruktur politik sehingga partai tersebut sulit berdiri sendiri dalam kontestasi.
Ia melihat kemungkinan presidential threshold tetap dipertahankan sebagai upaya menghalangi PSI mengusung Gibran secara independen mengingat basis kursi PSI yang minim dan posisinya yang tidak lagi diperhitungkan oleh partai-partai lain.
Tanpa koalisi strategis yang lebih besar Efriza menilai upaya mengusung Gibran akan percuma terutama jika lawannya adalah petahana Presiden Prabowo yang elektabilitasnya diyakini terus meningkat dan semakin populer di mata publik.
Meski demikian Efriza tidak menampik nilai jual PSI masih diperhitungkan di kancah politik nasional sehingga partai tersebut berpotensi membentuk aliansi strategis yang mampu menjadi penantang serius bagi petahana.
Ia menyarankan PSI dan Jokowi harus berhati-hati agar publik tidak semakin jenuh terhadap Jokowi serta keluarganya sehingga hal tersebut menjadi isu utama yang perlu dicari solusinya dengan baik.
Efriza menegaskan skenario paling realistis adalah PSI membangun aliansi luas daripada mengandalkan kekuatan mandiri agar peluang Gibran maju sebagai calon presiden tetap terbuka lebar pada 2029.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

