
Repelita Jakarta - Mantan Kabareskrim Polri 2008-2009 Komjen (Purn) Susno Duadji mengungkapkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh kritis di kediaman pribadi Jalan Kertanegara Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Susno yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa Prabowo menekankan isu kedaulatan negara yang dinilai terganggu oleh pengaruh oligarki.
"Beliau contohkan kedaulatan negara bahwa negara seperti tidak berdaulat kalau di hadapan oligarki. Beliau sadap itu. Bahasanya oligarki" ujar Susno dalam program Rakyat Bersuara yang tayang di iNews pada Selasa 10 Februari 2026.
Prabowo juga menyatakan bahwa dirinya tetap memantau perkembangan isu di media sosial meskipun sibuk menjalankan tugas sebagai kepala negara.
"Kita pertemuan itu jangan dikira saya presiden ini sibuk tidak mengikuti medsos katanya Prabowo" tutur Susno mengutip pernyataan Presiden.
Ia mencontohkan sektor-sektor yang dikuasai oligarki meliputi pertambangan perkebunan hingga kredit perbankan yang memengaruhi kedaulatan ekonomi negara.
"Contohnya apa Di bidang pertambangan kemudian di bidang perkebunan dan termasuk juga di bidang kredit perbankan dan sebagainya" jelas Susno.
Susno menambahkan bahwa Prabowo berkomitmen menertibkan sektor ekonomi agar program pemerintah benar-benar berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
"Nah itulah yang beliau tertibkan sehingga program-program beliau itu adalah untuk rakyat gitu mengarah kepada rakyat" paparnya.
Pertemuan tersebut juga membahas berbagai isu mulai dari ideologi politik ekonomi sosial budaya hingga pertahanan keamanan serta masalah nasional dan internasional.
"Kalau saya simpulkan masalah ideologi ada politik ekonomi sosial budaya termasuk pertambangan pertahanan keamanan ada termasuk masalah nasional dan internasional karena Board of Peace itu internasional ya" kata Susno.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pertemuan berlangsung pada Jumat 30 Januari 2026 di kediaman Prabowo di Kertanegara IV Jakarta Selatan.
Para tokoh yang hadir antara lain Peneliti Utama Politik BRIN Siti Zuhro serta Susno Duadji dengan diskusi mencakup kepemiluan dan penegakan hukum.
Prasetyo menyatakan Prabowo terbuka menerima masukan dari berbagai tokoh untuk kemajuan Indonesia.
“Bapak presiden terbuka untuk berdialog menerima masukan kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara gitu” tegas Prasetyo dikutip pada Minggu 1 Februari 2026.
Ia menegaskan tidak ada tokoh politik maupun ketua umum partai yang hadir dalam pertemuan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

