
Repelita Makassar - Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir
Pidato Presiden Joko Widodo pada Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia di Makassar Sulawesi Selatan tanggal 31 Januari 2026 menjadi sorotan karena dianggap penuh emosi dan menunjukkan komitmen kuat terhadap partai tersebut.
Dalam acara tersebut Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa ia akan bekerja mati-matian demi kemajuan PSI sebagaimana para kader yang hadir.
Ia berteriak bahwa jika para pendukung bekerja habis-habisan untuk PSI maka dirinya juga akan melakukan hal yang sama disambut sorak sorai dan tepuk tangan dari peserta.
Jokowi menegaskan kembali janjinya dengan nada yang semakin bersemangat bahwa ia siap bekerja habis-habisan untuk mendukung PSI dalam setiap langkahnya.
Menurutnya Indonesia sangat membutuhkan partai yang memiliki integritas tinggi dan menjalankan politik yang berorientasi pada kebaikan bersama.
Ia menekankan pentingnya politik kebaikan yang mengutamakan kepentingan rakyat serta menjauhkan diri dari praktik-praktik yang merugikan bangsa.
Pidato tersebut dianggap sebagai ekspresi kemarahan kegundahan dan sebagian keputusasaan seorang ayah terhadap dinamika politik yang melibatkan putranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menilai pidato itu sebagai panggung terakhir Jokowi dalam karier politiknya setelah dua periode menjabat presiden.
Amien Rais menyebut momen tersebut sebagai The Last Hurrah yang menandakan penampilan pamungkas sebelum meninggalkan panggung kekuasaan.
Pernyataan Amien Rais disampaikan melalui video singkat di kanal Youtube Amien Rais Official dan dikutip pada Minggu 8 Februari 2026.
Ia memprediksi bahwa pidato berapi-api itu bisa menjadi penutup perjalanan politik Jokowi yang penuh kontroversi dan polarisasi.
Pidato tersebut kini menjadi bahan analisis luas mengenai transisi kekuasaan dan posisi Jokowi pasca-kepresidenan di tengah berbagai warisan kebijakan yang masih diperdebatkan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

