
Repelita Jakarta - Seorang pembawa acara televisi berhasil membuat pendukung Jokowi kehilangan argumen dalam diskusi terbuka mengenai isu keaslian ijazah.
Ia secara langsung menantang Andi Azwan, relawan pendukung Jokowi, dengan menyatakan bahwa tuduhan ijazah palsu dapat dibantah dengan mudah melalui penampilan bukti asli.
Pernyataan tersebut menyebabkan Andi Azwan tampak kebingungan dan hanya mampu merespons dengan penjelasan yang tidak terarah serta berulang-ulang.
Pendekatan pembawa acara didasarkan pada logika yang jelas dan sederhana yaitu setiap tuduhan terhadap dokumen resmi cukup diselesaikan dengan menunjukkan bukti otentik secara transparan.
Cara serupa pernah diterapkan Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani yang memilih memperlihatkan ijazah aslinya kepada publik alih-alih menempuh jalur hukum terhadap penuduh.
Pendekatan yang rasional dan lugas ini tampaknya tidak diterapkan oleh kelompok pendukung fanatik yang sering disebut Termul.
Berbagai warganet di platform X menyampaikan reaksi kritis terhadap sikap tersebut.
Pada 10 Februari 2026 akun @bagindo_kopi menulis Nah! Ketabok mukak sampah Termul.
Akun @ane_wahyudi pada hari yang sama menyatakan sebetulnya kita tanya hati nurani, dan umumnya orang normal kalo di tuduh pasti tunjukan bukti aslinya tanpa banyak drama. memang sebuah anomali sudah tapi belum, anak metal, anak moge sebuah anomali beda dari biasanya.
Pengguna @LukeSusilo juga berkomentar logika sederhanya gini gak mgkin jokowi dituduh ijazahnya palsu, kalo sebelumnya dia gak ngaku lulusan ugm dan org kalo mengklaim sesuatu, ya wajar dong kalo org lain tanya, apa buktinya? ini umumnya aja, belom mempertimbangkan dia pejabat yg digaji duid pajak rakyat.
Sementara @ebbe1802 menambahkan Emang gemes banget klo liat termul tua nyolot mbacot mbulet gk tau malu. Mayan obat lepas stress.. 🤣🤣.
Peristiwa ini semakin mempertegas pentingnya sikap terbuka dan bukti konkret dari figur publik dalam menangani tuduhan kredensial pendidikan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

