Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kronologi Kericuhan SEAblings vs Knetz Meledak Usai Konser DAY6, Isu Rasis Picu Perang Digital, Masih jadi Trending Topic di X?

 Konflik antara SEAbling dan Knetz (Twitter/ sosmedkeras)

Repelita Jakarta - Media sosial X diramaikan oleh perseteruan sengit antara kubu SEAblings dan netizen Korea Selatan yang dikenal dengan sebutan Knetz.

Konflik digital tersebut diwarnai aksi saling sindir dan ejek antara pengguna Asia Tenggara dengan warganet asal Korea.

Knetz disebut-sebut melontarkan berbagai kalimat bernada rasis yang memicu kemarahan warganet di kawasan Asia Tenggara.

Akun @satzze melalui cuitan yang diunggah pada 13 Februari 2026 membeberkan kronologi pertikaian yang terjadi di platform X tersebut.

"Awal mula war antara SEAblings vs Netizen Korea (Knetz)," tulisnya dalam cuitan tersebut.

Ketegangan mulai mencuat saat grup band DAY6 menggelar konser di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat konser berlangsung, kehadiran fans yang membawa kamera profesional untuk mengabadikan momen panggung menjadi pemicu awal perselisihan.

Para pemilik kamera besar yang kerap disebut fansite itu mengangkat peralatan mereka cukup tinggi demi mendapatkan bidikan sang idola.

Aksi tersebut justru memicu kemarahan karena secara langsung menghalangi jarak pandang penonton lain yang berada di belakang.

Teguran mulai dilayangkan para penonton, namun sang pemilik fansite enggan menggubris dan tetap mempertahankan perilakunya.

Padahal aturan konser telah jelas melarang aktivitas fansite maupun penonton lain membawa kamera profesional ke dalam venue.

Fansite dan sejumlah Knetz kemudian bereaksi defensif dan tidak terima atas teguran serta pembicaraan seputar pelanggaran konser tersebut.

Mereka akhirnya menuliskan cuitan yang menyinggung masyarakat Asia Tenggara dengan nada merendahkan.

Tidak hanya perkataan rasis, Knetz juga disebut melontarkan hinaan bertema kemiskinan hingga menyamakan wajah masyarakat Asia Tenggara dengan hewan.

Serangan verbal itulah yang justru mempersatukan netizen Asia Tenggara di bawah bendera SEAblings.

Mereka bahu-membahu membalas setiap cuitan hingga konflik dengan Knetz kian memanas dan tak terelakkan.

Perang balasan dilakukan dengan berbagai bahasa, mulai dari Inggris hingga logat daerah masing-masing agar tidak mudah dipahami lawan.

"Akhirnya munculah beberapa tweet legend asbunan netizen-netizen Indo ini wkwkwk," tulis akun @satzze.

Cuitan tersebut telah ditayangkan lebih dari 1,9 juta pengguna X dan menuai beragam komentar warganet.

"Izin nambahin, alasan kenapa fansite-fansite itu ditegur bukan cuma karena ngalangin pandangan, tapi juga karena dari awal emang gak boleh bawa kamera profesional ke dalam venue. Pas di spill, muka si masternim fansitenya tuh ga disensor, lalu Knetz gak terima katanya melanggar privasi," ujar akun @itrustmyyoouuu.

"Dari yang gue tau, dari versi mereka, yang bikin mereka marah tuh orang Malay upload foto muka fansitenya, tanpa sensor. Itu pemantik utamanya, bukan soal gak ngakuin langgar aturan aja," jelas akun @draginberman.

"Paling ngakaka pas lingua franca dikira france, terus merembet lagi," tandas akun @parisnbgor terkait konflik SEAbling dan Knetz yang masih bergulir hingga kini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved