
Repelita Jakarta - Khaled Meshaal pemimpin politik Hamas menyatakan penolakan tegas terhadap segala bentuk pelucutan senjata yang didorong oleh Israel dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Meshaal pada hari Minggu 8 Februari 2026 dalam sebuah konferensi yang digelar di Doha Qatar.
Ia menegaskan bahwa organisasi perlawanan Palestina tidak akan menyerahkan senjatanya di bawah tekanan eksternal apa pun.
Khaled Meshaal menolak keras upaya mengkriminalisasi perlawanan beserta senjata serta para pemimpinnya.
Menurutnya selama pendudukan masih berlangsung perlawanan merupakan hak yang sah dan menjadi kebanggaan bagi bangsa yang tertindas.
Rencana perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memasuki fase kedua sejak pertengahan Januari 2026.
Fase tersebut mencakup upaya melucuti senjata Hamas secara bertahap disertai penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.
Meshaal menekankan komitmen Hamas terhadap prinsip-prinsip nasional Palestina tanpa kompromi.
Ia menolak segala bentuk pengawasan intervensi maupun mandat asing yang mengikat kedaulatan Palestina.
Khaled Meshaal menegaskan bahwa rakyat Palestina harus memerintah dirinya sendiri tanpa campur tangan pihak luar.
Ia menyatakan bahwa Gaza merupakan milik rakyat Gaza dan seluruh bangsa Palestina.
Meshaal menolak dominasi asing dalam pengelolaan wilayah tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

