Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kegelisahan Terselubung Relawan Jokowi Menyikapi Inklusivitas Prabowo

 

Repelita [Jakarta] - Erizal menganalisis adanya kegelisahan di kalangan relawan Jokowi menyusul diterimanya sejumlah tokoh yang dianggap berseberangan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam suatu pertemuan. Kegelisahan ini tercermin dari pernyataan David Pajung, Wakil Ketua Umum Bara JP, yang mengkritik rekam jejak para tokoh tersebut.

Erizal melihat pernyataan David Pajung yang mempertanyakan integritas para peserta pertemuan, dengan menyebut mereka memiliki catatan buruk seperti pernah berurusan dengan hukum di masa lalu. Kritik ini diungkapkan meskipun David Pajung secara formal menyatakan tidak mempersoalkan hak mereka untuk bertemu dengan Presiden.

Lebih lanjut, Erizal mengamati bahwa di balik pujian David Pajung terhadap langkah Presiden Prabowo yang dianggap inklusif, terselip ketidaksenangan yang mendalam. Pola komunikasi ini, menurut Erizal, menunjukkan kegelisahan relawan Jokowi melihat akses yang diperoleh kelompok yang dahulu berseberangan ke pusat kekuasaan.

Erizal mencatat kekhawatiran bahwa pertemuan tersebut dapat menghasilkan permintaan-permintaan kebijakan yang tidak diinginkan, sebagaimana diungkapkan David Pajung. Kekhawatiran ini memperkuat analisis tentang adanya kecemasan politik di kubu relawan Jokowi.

Menurut pengamatan Erizal, para relawan Jokowi merasa para pendukung setia Prabowo justru terkesan ditinggalkan setelah pertemuan dengan tokoh-tokoh oposisi tersebut. Mereka mempertanyakan mengapa kelompok yang dahulu berseberangan kini mendapatkan perhatian khusus.

Erizal juga melihat adanya upaya untuk merendahkan legitimasi para tokoh yang bertemu dengan Presiden melalui narasi rekam jejak buruk. Hal ini dianggap sebagai strategi untuk meredam pengaruh mereka pasca pertemuan.

Namun, Erizal menggarisbawahi bahwa Presiden Prabowo sendiri tampak bertekad untuk merangkul semua pihak, sebagaimana pernyataannya tentang reformasi sistem hukum dan politik. Pendekatan inklusif ini justru menjadi sumber kegelisahan bagi kelompok yang terbiasa dengan politik bipolar.

Erizal menyimpulkan bahwa penerimaan Presiden Prabowo terhadap berbagai kelompok, termasuk yang dahulu kritis, menandakan perubahan gaya kepemimpinan yang lebih terbuka. Perubahan ini dirasakan mengganggu tatanan politik lama dan menimbulkan kegelisahan di antara kelompok yang sebelumnya merasa dekat dengan kekuasaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved