
Repelita Jakarta - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menyarankan mantan Presiden Joko Widodo agar menahan diri dari mengumbar ambisi politik terkait wacana dua periode pemerintahan Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya Jokowi seharusnya menunjukkan sikap hormat terhadap partai-partai politik lain yang saat ini lebih memilih fokus mendukung jalannya pemerintahan serta program kerja Presiden Prabowo.
Jamiluddin menilai pengguliran isu periode kedua terlalu dini justru mencerminkan kurangnya kesadaran akan waktu yang masih panjang bagi pemerintahan baru.
Ia menyatakan bahwa Jokowi sepatutnya merasa malu dengan sikap ambisius tersebut karena pemerintahan Prabowo belum genap dua tahun namun sudah terlihat keinginan kuat untuk mempertahankan kekuasaan melalui putranya.
Jamiluddin menegaskan Jokowi tidak seharusnya memaksakan Prabowo untuk kembali memilih Gibran sebagai pendamping di kontestasi politik mendatang.
Prabowo perlu diberi kebebasan penuh dalam menentukan calon wakil presiden berdasarkan kriteria kapasitas serta rekam jejak prestasi yang dimiliki.
Dengan demikian Jokowi dapat menunjukkan sikap melepaskan kepentingan pribadi dan keluarga demi memprioritaskan pemilihan pemimpin terbaik bagi bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Jamiluddin dalam keterangan kepada RMOL yang dikutip pada Selasa tanggal 10 Februari 2026.
Ia berharap mantan presiden dapat lebih bijaksana dalam menyikapi dinamika politik ke depan agar tidak menimbulkan kesan intervensi berlebihan.
Menurutnya sikap menahan diri akan lebih sesuai dengan martabat seorang mantan kepala negara yang telah menyelesaikan tugas kepemimpinannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

