Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Indikasi Konflik Kepentingan Terungkap, JPU Soroti Dugaan Simbiosis Pengadaan Chromebook dan Investasi Google

 JPU Ungkap Konflik Kepentingan di Kasus Chromebook

Repelita Jakarta - Jaksa Penuntut Umum Roy Riady mengungkap adanya indikasi konflik kepentingan dan simbiosis mutualisme dalam dugaan korupsi pengadaan chromebook Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang melibatkan investasi PT Google Indonesia.

Kesaksian mantan sekretaris Menteri Nadiem Makarim Deswitha Arvinchi dalam sidang lanjutan pada Senin 23 Februari 2026 menjadi dasar pengungkapan tersebut.

Deswitha membenarkan adanya pertemuan awal tahun 2020 antara Nadiem Makarim dengan petinggi Google bernama Caesar Sengupta yang juga dihadiri pejabat eselon satu serta staf khusus menteri Jurist Tan.

Pertemuan tersebut menyepakati penggunaan Chrome OS sebagai platform utama dalam pengadaan chromebook untuk kebutuhan pendidikan nasional.

Setelah pertemuan itu Caesar Sengupta diangkat menjadi komisaris PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang memiliki hubungan erat dengan Nadiem sebagai pemegang saham dan founder Gojek.

Roy Riady menilai kejadian ini menunjukkan simbiosis mutualisme di mana Google mendapatkan proyek pengadaan di kementerian sementara pejabat Google ditempatkan sebagai komisaris di perusahaan milik Nadiem.

Keuntungan pertama yang diperoleh Nadiem mencapai Rp809.596.125.000 berasal dari performa perusahaan melalui kerja sama dengan Google di tingkat korporasi.

Meskipun menjabat sebagai menteri Nadiem tetap memiliki kekuasaan melalui kuasa yang diberikan kepada Andre Kelvin sebagai beneficial owner untuk mengendalikan PT Gojek Indonesia.

JPU juga mengungkap perusahaan afiliasi GoTo seperti PT Dompet Karya Anak Bangsa PT Saham Anak Bangsa PT ANK serta beberapa entitas lain menerima alokasi saham dari kerja sama tersebut.

Nadiem sebagai komisaris utama memperoleh keuntungan dari anak perusahaan melalui pengalihan saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ke perusahaan investasi seperti Endless Art Investment.

Dana dari Endless Art Investment kemudian dialirkan ke saham atas nama pribadi Nadiem serta saham perusahaan lain yang ia kuasai sebagai pemegang saham.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved