
Repelita Jakarta - Pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea menyatakan kemarahan terhadap alumni penerima beasiswa LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas yang memamerkan paspor warga negara asing milik anaknya melalui media sosial.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Hotman Paris Hutapea dalam sebuah video yang diunggahnya pada Rabu 25 Februari 2026 di mana ia menyoroti ungkapan Dwi yang menyatakan ketidakinginan anaknya menjadi warga negara Indonesia.
Menurut Hotman Paris Hutapea pernyataan semacam itu tidak pantas keluar dari mulut seseorang yang pernah memperoleh pendanaan pendidikan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang bersumber dari anggaran negara dan pajak masyarakat.
Ia menegaskan bahwa dana beasiswa LPDP berasal dari kontribusi pajak rakyat termasuk Pajak Penghasilan serta Pajak Pertambahan Nilai sehingga merasa tersinggung sebagai pembayar pajak.
Hotman Paris Hutapea menyatakan "Hei, kamu yang teriak-teriak mengatakan tidak mau anaknya WNI sedangkan kamu, menginjak luar negeri adalah uang dari beasiswa negara. Aku somasi kamu. Hei, kembalikan itu beasiswa, atau kamu minta maaf kepada publik."
Ia juga menuntut agar Dwi Sasetyaningtyas mengembalikan seluruh dana beasiswa yang diterimanya atau secara terbuka meminta maaf kepada publik atas pernyataannya tersebut.
Lebih lanjut Hotman Paris Hutapea mengusulkan kepada Presiden agar kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas dicabut karena menilai pernyataan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa Indonesia di mata internasional.
Polemik ini bermula dari unggahan video di Instagram dan Threads milik Dwi Sasetyaningtyas yang menampilkan surat resmi dari otoritas Inggris mengenai status kewarganegaraan anak keduanya sebagai warga negara Inggris.
Dalam video tersebut Dwi Sasetyaningtyas menyatakan "I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."
Unggahan itu memicu reaksi keras dari masyarakat luas yang menganggap narasi tersebut tidak bijaksana mengingat statusnya sebagai penerima beasiswa dari dana negara.
Dwi Sasetyaningtyas tercatat sebagai lulusan Sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung yang kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology Belanda dengan beasiswa LPDP pada tahun 2015 dan menyelesaikannya pada tahun 2017.
Selama periode pengabdian di Indonesia antara tahun 2017 hingga 2023 ia telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti penanaman sepuluh ribu pohon bakau di wilayah pesisir pemberdayaan ibu rumah tangga hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

