
Cendekiawan NU Gus Hilmi Respons Polemik LPDP Viral: Kenapa Orang yang Tinggal di Luar Negeri Banyak yang Ingin Jadi WNA?
Repelita Jakarta - Polemik viral seputar penerima beasiswa LPDP yang menyatakan kebanggaan atas status warga negara asing anaknya terus menjadi sorotan publik dan memicu tuntutan pengembalian dana dari pihak berwenang.
Cendekiawan Nahdlatul Ulama Gus Hilmi Firdausi angkat bicara melalui akun X-nya pada Senin 24 Februari 2026 dengan menyoroti pertanyaan mendasar di balik fenomena tersebut.
Ia menanyakan mengapa semakin banyak warga Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri justru menginginkan perubahan status menjadi warga negara asing daripada tetap bangga sebagai WNI.
Menurut Gus Hilmi sikap tersebut seharusnya menjadi bahan introspeksi serius bagi pemerintah alih-alih hanya menyalahkan atau menghujat individu yang menyampaikan pendapat pribadi.
Ia mencontohkan keberhasilan Pemerintah Malaysia dalam membangun rasa bangga nasional salah satunya melalui penguatan kekuatan paspor hingga menjadi salah satu yang paling kuat di tingkat global.
Gus Hilmi menegaskan bahwa pembenahan harus dilakukan secara komprehensif tidak hanya terbatas pada aspek paspor melainkan mencakup berbagai sektor agar warga merasakan manfaat nyata dari keindonesiaan mereka.
Ia menyindir bahwa peribahasa lama hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri baik jua di negeri sendiri tampaknya sudah tidak lagi relevan di mata generasi muda saat ini.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan bahwa LPDP merupakan program strategis negara yang dibiayai pajak rakyat sehingga penerima memiliki kewajiban moral dan kontraktual untuk kembali serta berkontribusi bagi bangsa.
Ia menekankan bahwa akuntabilitas utama terletak pada pemenuhan komitmen awal termasuk kepatuhan terhadap kontrak dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Hetifah juga mengingatkan agar isu ini ditangani secara proporsional karena status kewarganegaraan keluarga merupakan ranah pribadi yang tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur loyalitas terhadap negara.
Polemik yang bermula dari kasus individu kini meluas menjadi refleksi besar tentang daya tarik Indonesia bagi generasi mudanya serta urgensi perbaikan sistemik agar talenta terbaik tetap berakar dan berkontribusi di tanah air.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

