Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Guru PPPK di Jember Diduga Menelanjangi 22 Siswa SD, Aksi Dipicu Uang Hilang di Sekolah

 Viral! Guru Telanjangi 22 Siswa di Jember Gegara Uang Hilang

Repelita Jember - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya potongan video yang merekam dugaan tindakan tidak terpuji seorang guru di Kabupaten Jember Jawa Timur. Oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja berinisial FT yang bertugas di Sekolah Dasar Negeri 02 Jelbuk diduga melakukan perbuatan menelanjangi dua puluh dua orang siswa.

Tindakan kontroversial tersebut dipicu oleh rasa kekesalan guru yang bersangkutan akibat uang miliknya diduga hilang di lingkungan sekolah. Kemarahan para wali murid memuncak dan memicu keributan di sekolah hingga akhirnya kasus ini viral dan menjadi sorotan publik secara luas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahjono membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap guru yang bersangkutan. Proses klarifikasi internal telah dijalankan untuk meminta keterangan dan penjelasan dari oknum guru FT.

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mengungkapkan bahwa tindakan tersebut dipicu oleh rasa frustrasi yang mendalam. Guru FT diduga telah berulang kali mengalami kehilangan uang di lingkungan tempatnya mengajar.

“Menurut pengakuan yang bersangkutan, beliau kehilangan uang Rp200 ribu pada Senin (2/2), dan itu bukan pertama kalinya,” ujar Arief memberikan keterangan pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2026. Peristiwa kehilangan uang tersebut ternyata bukan pengalaman pertama yang dialami oleh oknum guru tersebut.

Puncak kemarahan guru FT terjadi pada hari Jumat tanggal 6 Februari 2026 ketika ia kembali kehilangan uang sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah. Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali dan memuncak ia diduga telah mengambil tindakan yang dinilai berlebihan terhadap para peserta didiknya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jember membuka kemungkinan adanya faktor kesehatan dan tekanan psikologis yang turut mempengaruhi tindakan guru tersebut. Kombinasi berbagai faktor diduga menyebabkan respons yang tidak proporsional terhadap peristiwa kehilangan uang yang dialaminya.

“Pada kejadian terakhir, beliau over reaktif. Mungkin ada persoalan pribadi dan kondisi kesehatan yang kurang optimal, sehingga kehilangan uang memicu respons berlebihan,” jelas Arief menguraikan hasil pendalaman sementara. Meskipun demikian pihaknya menegaskan bahwa alasan apapun tidak dapat membenarkan tindakan yang melampaui batas kewajaran terhadap anak didik.

Kasus ini pertama kali mencuat ke permukaan setelah terjadi keributan di lingkungan sekolah yang dipicu oleh protes keras dari para wali murid. Rekaman video berdurasi pendek yang merekam suasana keributan kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Berbagai pihak menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap dan perilaku seorang pendidik. Perbuatan menelanjangi siswa juga dinilai berpotensi melukai psikologis anak-anak yang masih berada dalam usia perkembangan.

Meskipun guru FT telah mengakui kesalahan dan kekeliruannya di hadapan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, proses pemberian sanksi tetap akan dijalankan. Pihak dinas menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi administratif sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Langkah awal yang diambil adalah menarik guru yang bersangkutan dari tugas mengajar untuk sementara waktu. Dinas Pendidikan Kabupaten Jember juga segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk membahas langkah penanganan lebih lanjut.

Opsi untuk memindahkan tugas oknum guru FT ke satuan pendidikan lain tengah dipertimbangkan sebagai salah satu solusi. Tujuan utama dari serangkaian langkah ini adalah agar para siswa dan wali murid dapat kembali menjalani kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang kondusif.

“Tujuannya agar siswa dan wali murid bisa kembali menjalani kegiatan belajar mengajar dengan kondusif,” tegas Arief menegaskan prioritas utama pemulihan iklim pembelajaran. Kasus ini kembali memicu perdebatan publik mengenai etika profesi guru dan pentingnya perlindungan anak di lingkungan satuan pendidikan.

Berbagai kalangan menekankan urgensi pendekatan edukatif dan profesional dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di sekolah. Hal ini terutama berlaku ketika permasalahan tersebut melibatkan siswa sebagai pihak yang harus dilindungi dan dibimbing.

Proses penanganan internal kasus ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Dinas Pendidikan Kabupaten Jember memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 02 Jelbuk tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh proses penanganan kasus yang sedang berjalan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved