Repelita Jakarta - Nama George Eli Birnbaum jarang terpampang di baliho kampanye atau muncul di layar debat kandidat namun pengaruhnya di balik panggung politik global sangat luas dari Washington hingga Yerusalem Budapest sampai Jakarta.
Konsultan politik berkewarganegaraan Amerika-Israel kelahiran Los Angeles tahun 1970 itu dikenal sebagai pakar komunikasi krisis dan strategi kemenangan yang bekerja secara diam-diam namun menghasilkan dampak signifikan.
Birnbaum berasal dari keluarga Yahudi penyintas Holocaust dengan ayahnya selamat dari kamp Auschwitz sementara tiga kakek-neneknya juga lolos dari tragedi genosida di Eropa.
Ia dibesarkan di Atlanta dan menempuh pendidikan di Florida Institute of Technology dengan gelar di bidang ilmu luar angkasa sebelum akhirnya beralih ke dunia politik.
Sejak awal dekade 1990-an Birnbaum terlibat dalam berbagai kampanye Partai Republik di Amerika Serikat termasuk menjadi wakil direktur politik di bawah Ketua Komite Senator Nasional Alfonse D’Amato pada tahun 1996.
Dua tahun kemudian ia pindah ke Israel dan menjabat sebagai kepala staf Benjamin Netanyahu sehingga membuka fase panjang karirnya di arena internasional.
Kerja samanya dengan konsultan konservatif Arthur Finkelstein memperluas jangkauan pengaruhnya ke berbagai negara termasuk keterlibatan dalam kampanye Viktor Orbán di Hongaria serta sejumlah pemimpin Eropa Timur lainnya.
Nama Birnbaum kembali menjadi perbincangan setelah laporan media internasional menyebutkan sejumlah tokoh politik dunia pernah menjadi kliennya termasuk keterkaitan profesional dengan kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Indonesia melalui jaringan firma serta afiliasi teknologi politik.
Firma yang didirikannya bersama Lucian Despoiu termasuk Majority USA sebagai cabang Amerika dari perusahaan data politik Rumania turut menjadi bagian dari jaringan tersebut.
Pada tahun 2023 BBC menyebut Birnbaum sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia yang tidak pernah dipilih publik sehingga menggambarkan perannya sebagai arsitek strategi di balik layar.
Salah satu kontroversi yang menyeret namanya adalah kampanye di Hongaria yang menjadikan George Soros sebagai simbol musuh politik untuk membangun narasi elektoral efektif.
Kiprahnya terus berlanjut dari pengelolaan exit poll di Azerbaijan hingga strategi komunikasi di Israel pasca serangan 7 Oktober serta menjadi penasihat kebijakan Timur Tengah bagi Ben Carson pada pemilihan pendahuluan Partai Republik 2016.
Jejak karir Birnbaum menunjukkan pola bahwa politik kontemporer tidak hanya bergantung pada ideologi dan figur melainkan juga data persepsi serta pengelolaan opini publik lintas negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

