Repelita Jakarta - Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikenal dengan nama Whoosh kembali menjadi perbincangan setelah muncul indikasi kerugian besar yang harus ditanggung PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China.
Kerugian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari empat triliun rupiah dan dibebankan kepada PSBI yang menguasai enam puluh persen saham KCIC.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti menilai proyek tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh karena periode pengembalian modal dinilai sangat panjang dan berpotensi melebihi seratus tahun.
Menurut saya semua proyek pengadaan fisik berpotensi menimbulkan dugaan korupsi tidak hanya Whoosh tapi juga proyek lainnya kata Esther dalam keterangannya pada Selasa dua puluh empat Februari dua ribu dua puluh enam.
Ia menjelaskan bahwa konsorsium PSBI terdiri dari PT Kereta Api Indonesia PT Wijaya Karya Tbk PT Jasa Marga Tbk serta PT Perkebunan Nusantara I yang semuanya merupakan BUMN.
Esther menyarankan pengawasan sederhana dengan membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku sebagai indikator awal potensi penyimpangan.
Mudah mengeceknya bandingkan saja kualitas barang yang diterima dengan harga pasar yang ada tegasnya.
Ia menekankan bahwa monitoring dan evaluasi proyek secara konsisten menjadi strategi utama untuk meminimalkan kerugian jika ditemukan kejanggalan harus segera ditindaklanjuti melalui penegakan hukum.
Esther juga menyoroti kesenjangan besar antara jumlah utang yang ditanggung pemerintah dengan potensi penerimaan dari operasional kereta cepat tersebut.
Jumlah utang yang ditanggung pemerintah untuk Whoosh dan potensi penerimaan dari Whoosh ini gap-nya sangat besar ujarnya.
Kondisi itu berdampak pada lamanya waktu pengembalian modal dengan tingkat okupansi saat ini yang masih rendah.
Ini mengakibatkan tingkat pengembalian payback period proyek Whoosh sangat lama saya pernah menghitung dengan tingkat okupansi seperti sekarang bisa lebih dari seratus tahun pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

