
Repelita Jakarta - Pengamat Citra Institute Efriza menilai mantan Presiden Joko Widodo enggan mengakui kesalahan sejarah yang terjadi selama masa kepemimpinannya khususnya terkait revisi pertama Undang-Undang KPK pada tahun 2019.
Sikap Jokowi yang kini mendukung revisi kembali UU KPK dianggap bertolak belakang karena pemerintahan yang dipimpinnya sendiri lah yang melakukan pelemahan lembaga antikorupsi tersebut pada masa lalu.
Efriza menyatakan bahwa pernyataan dukungan revisi UU KPK menunjukkan upaya refleksi diri Jokowi atas kesalahan melemahkan KPK serta tidak mendukung agenda reformasi pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme.
Ia meyakini Jokowi sedang memainkan drama politik melalui isu revisi UU KPK demi mengejar kepentingan jangka panjang menjelang tahun 2029.
Efriza menegaskan bahwa Jokowi seolah-olah tidak memiliki tanggung jawab apa pun dengan melempar tudingan kepada pihak lain yang dapat dipersoalkan.
Menurutnya sikap tersebut mencerminkan karakter Jokowi yang enggan mengakui kesalahan sehingga pernyataannya justru menyalahkan atau mengkambinghitamkan DPR.
Pengamat magister ilmu politik Universitas Nasional itu menilai pernyataan Jokowi menunjukkan kecenderungan melepaskan tanggung jawab politik masa lalu.
Efriza menekankan bahwa langkah tersebut merupakan upaya membersihkan diri dari dosa-dosa politik yang pernah dilakukan selama menjabat sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

