
Repelita Jakarta - Dwi Sasetyaningtyas selaku alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan memberikan klarifikasi terkait unggahan viralnya mengenai kewarganegaraan anak yang memicu kritik keras dari masyarakat.
Ia memohon agar publik serta pihak terkait menghentikan penyebaran fitnah serta penafsiran berlebihan yang tidak sesuai dengan maksud asli pernyataannya.
Dwi menegaskan bahwa unggahannya sama sekali tidak bermaksud menghina negara dan dirinya merasa tersinggung dengan berbagai tuduhan yang beredar di media sosial.
Klarifikasi ini disampaikan di tengah tekanan administratif dari pemerintah yang memutuskan suaminya harus mengembalikan seluruh dana beasiswa LPDP beserta bunganya sebagai penyelesaian kewajiban.
Dwi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kontroversi yang timbul sambil menjelaskan bahwa pernyataannya murni lahir dari emosi pribadi bukan serangan terhadap bangsa atau negara.
Ia berharap polemik ini tidak semakin diperparah dengan tuduhan tidak berdasar serta meminta semua pihak memandang persoalan secara lebih adil dan bijaksana.
Klarifikasi tersebut menjadi upaya Dwi untuk menjaga nama baik pribadinya di tengah sorotan tajam terkait tanggung jawab moral serta etika sebagai penerima beasiswa negara.
Polemik semakin memanas setelah komentar netizen @nawrraa4 di salah satu unggahan TikTok Dwi pada Senin dua puluh tiga Februari dua ribu dua puluh enam.
Akun tersebut mengutip pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa dana LPDP berasal dari pajak dan utang negara sehingga penggunaannya harus bertanggung jawab.
Purbaya uang itu dari pajak dan utang negara yang kita sisihkan malah dipakai untuk menghina negara iziiin tulis netizen tersebut dengan nada sindiran.
Dwi langsung membalas dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap melaporkan jika ada fitnah tanpa bukti.
Bagian mana gue pakai uang pajak dan menguntungkan pribadi kalau enggak ada bukti namanya fitnah udah gue data orang-orang yang fitnah-fitnah ini mau nama lo gue masukin juga iziiin balasnya.
Respons balasan Dwi memicu reaksi beragam dari warganet dengan sebagian mengecam nada dan isi tanggapannya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan rencana blacklist terhadap Dwi serta suaminya dari seluruh lingkup pemerintahan.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin dua puluh tiga Februari dua ribu dua puluh enam Purbaya menegaskan bahwa LPDP telah berkomunikasi dengan keluarga dan suami Dwi setuju mengembalikan dana beserta bunga.
Pak Dirut sudah berbicara dengan suami terkait sepertinya dia setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai olehnya di LPDP ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari dua ribu dua puluh enam.
Ia menekankan bahwa dana LPDP berasal dari uang publik sehingga tidak bisa dianggap isu pribadi dan sikap yang menghina negara sangat disayangkan.
Saya harap teman-teman yang dapat pinjaman dari LPDP kalau nggak seneng ya gausah menghina negara lah jangan menghina negara sendiri tegasnya.
Purbaya mengancam akan memasukkan nama yang bersangkutan ke daftar hitam sehingga tidak bisa bekerja di instansi pemerintahan.
Nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan tidak akan bisa masuk katanya dengan nada keras.
Kontroversi bermula dari video Dwi di Instagram dan Threads yang menunjukkan surat kewarganegaraan Inggris anaknya serta ucapan cukup aku aja yang WNI anak-anakku jangan.
Unggahan tersebut langsung viral dan dianggap tidak bijak dari seorang awardee LPDP yang dibiayai dana negara.
Selama masa pengabdian dua ribu tujuh belas hingga dua ribu dua puluh tiga Dwi tercatat menanam sepuluh ribu pohon bakau memberdayakan ibu rumah tangga hingga membangun sekolah di Nusa Tenggara Timur.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

