Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Dino Patti Djalal “Surprise”: Pertemuan 3 Jam dengan Prabowo Tak Satu Arah, Isu Palestina Dibahas Terbuka

 Dino Patti Djalal “Surprise”: Pertemuan 3 Jam dengan Prabowo Tak Satu Arah, Isu Palestina Dibahas Terbuka

Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan selama hampir tiga jam dengan para mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, dan tokoh senior diplomasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Para peserta menilai forum tersebut lebih dari sekadar seremoni.

Diskusi berlangsung terbuka, dua arah, dan menyentuh isu-isu sensitif, termasuk isu Palestina.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengaku terkejut karena suasana pertemuan bertolak belakang dari cerita yang selama ini beredar soal rapat yang cenderung satu arah.

Dino mengungkapkan bahwa awalnya ia agak surprise, karena sering mendengar cerita mengenai pertemuan dengan Presiden yang satu arah, top down.

Namun, apa yang ia lihat hari ini membuatnya surprise karena suasananya totally open.

Dino menegaskan bahwa tidak ada pembatasan topik dalam pertemuan tersebut.

Pertanyaan mengalir, risiko kebijakan dibahas, opsi-opsi diperdebatkan, dan Presiden merespons langsung.

Diskusi ini tidak ada batasannya, sangat terbuka dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah, katanya.

Mantan Menlu Hassan Wirajuda menyebut pertemuan itu memberi pencerahan karena banyak informasi diplomasi yang selama ini tidak sepenuhnya diketahui publik.

Ia menilai keterbatasan akses informasi kerap memicu persepsi yang tidak utuh.

Hassan mengungkapkan bahwa pertemuan itu adalah satu kesempatan berharga, karena mereka mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak mereka ketahui.

Mantan Menlu Alwi Shihab menegaskan bahwa sikap Indonesia soal Palestina tetap konsisten, termasuk dukungan pada solusi dua negara.

Alwi Shihab menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina, dan tetap menginginkan adanya two-state solution, dan itu adalah harga mati.

Tokoh senior diplomasi Jusuf Wanandi menilai Prabowo memberi penjelasan komprehensif, bahkan menjawab sejumlah hal sebelum ditanya.

Ia menganggap forum semacam ini penting agar publik memahami kompleksitas keputusan diplomatik.

Jusuf Wanandi menuturkan bahwa ini adalah kesempatan yang dibuka oleh Bapak Presiden yang harus kita hargai dan harus dapat kita pergunakan bersama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved