Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

BGN Syukuri Kasus Keracunan MBG Januari 2026 Turun Jadi 50 Kasus, Target Nol Kejadian Tetap Dikejar Keras!

 

Repelita Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan rasa syukurnya atas penurunan signifikan kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis sepanjang Januari 2026.

Jumlah kejadian keracunan pada bulan tersebut tercatat hanya sebanyak lima puluh kasus yang jauh lebih rendah dibandingkan periode September maupun Oktober sebelumnya.

Alhamdulillah kasus kejadiannya di selama Januari ini kan lima puluh kali kejadian ya itu jauh lebih kecil dibandingkan ketika Oktober atau September ujar Dadan seperti dikutip pada Rabu sebelas Februari dua ribu dua puluh enam.

Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan tajam jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Januari yang berarti cakupan program semakin luas namun insiden justru menurun.

Padahal jumlah SPPG-nya meningkat tajam dan di Januari ini alhamdulillah masih sangat sedikit meskipun kita ingin targetkan tidak ada kejadian ungkapnya.

Pemerintah memasang target ambisius agar ke depan tidak ada lagi satu pun korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis.

BGN terus memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Kita lakukan lebih intensif ya dan juga kita berikan peringatan-peringatan kepada SPPG yang masih melanggar terutama terkait pelanggaran yang agak berat jelasnya.

Selain pengawasan ketat BGN mewajibkan setiap SPPG menjalani proses sertifikasi dan akreditasi sebagai prasyarat untuk terus menjalankan layanan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menyamakan standar mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah pelaksanaan program.

Sehingga nanti SPPG akan memiliki kualitas yang sama dan kejadiannya akan kita minimalisir kuncinya.

Program ini kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa SMA di Kudus Jawa Tengah diduga mengalami keracunan makanan dari MBG.

Pegiat media sosial Herwin Sudikta mengkritik pola respons sebagian pendukung mantan Presiden Jokowi terhadap setiap insiden keracunan yang muncul.

Setiap kali terjadi keracunan makanan setelah menyantap MBG para termul langsung keluar dari sarang refleks membela tanpa mikir kata Herwin seperti dikutip pada Senin dua Februari dua ribu dua puluh enam.

Menurutnya narasi pembelaan selalu sama dan berulang tanpa analisis mendalam terhadap akar masalah.

Narasinya selalu sama dan diulang seperti kaset rusak bukan programnya yang salah cuma dapurnya SPPG yang kurang pengawasan sesalnya.

Herwin menilai pendekatan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan karena MBG merupakan sistem terintegrasi yang tidak bisa dipisahkan antar elemennya.

Padahal ini logika kelas remedial SPPG BGN distribusi hingga penerima itu satu ekosistem tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kegagalan di satu titik harus menjadi tanggung jawab keseluruhan rantai pelaksanaan program.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved