:strip_icc()/kly-media-production/medias/5491545/original/056954800_1770099023-1001588980.jpg)
Repelita Jakarta - Kematian tragis seorang siswa kelas IV SD berinisial YS yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Siswa tersebut ditemukan tergantung di pohon cengkeh milik neneknya pada Kamis 29 Januari 2026.
Sebelum peristiwa itu YS sempat menulis surat kepada ibunya yang berisi permintaan agar dibelikan buku tulis.
Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas.
Pengamat politik Rocky Gerung menilai peristiwa ini menjadi cermin kegagalan sistemik dalam menjamin keadilan sosial di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
“Siapapun yang membayangkan atas kejadian itu pasti menemukan ada yang salah di dalam syarat-syarat bangsa memelihara peradaban. Ada yang salah dengan kebijakan pemerintah di dalam memastikan keadilan sosial” ujar Rocky Gerung dikutip dari kanal YouTube pribadinya pada Senin malam 2 Februari 2026.
Menurut Rocky pemerintah saat ini terlalu terpaku pada isu-isu besar seperti Danantara Indeks Harga Saham Gabungan hingga target pertumbuhan ekonomi tinggi.
Namun realitas di lapangan menunjukkan hal-hal kecil seperti kebutuhan buku tulis anak justru tidak terpenuhi.
“Tapi publik disadarkan pada hal kecil yang membuat kita mengingat human solidarity tak lagi berkemah di dalam upaya kita untuk menciptakan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera” jelasnya.
Rocky menegaskan fenomena ini menjadi alarm keras bagi pemerintah yang dinilai gagal merespons isu-isu sosial paling mendasar di masyarakat.
Ia menyoroti bahwa di balik kebijakan yang memaksa pertumbuhan ekonomi tinggi ternyata banyak yang tercecer dalam upaya memahami kebutuhan rakyat kecil.
“Kemampuan kita untuk menyadari soal-soal semacam ini. Menyadari artinya bahwa di belakang kebijakan yang memaksa pertumbuhan ekonomi 6 7 bahkan 8 persen ternyata ada yang tercecer dalam upaya kita memahami gerak gerik pemerintah yang hilang menggelorakan kembali kebesaran bangsa” pungkas Rocky.
Peristiwa bunuh diri siswa SD itu semakin mempertegas kesenjangan antara narasi kemajuan nasional dengan penderitaan nyata di pelosok tanah air.
Editor: 91224 R-ID Elok

