
Repelita Jakarta - Guru besar Universitas Indonesia Prof. Taufiq Bahaudin menyatakan bahwa Pratikno menjadi dalang utama di balik penetapan citra Joko Widodo sebagai alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks perdebatan berkelanjutan mengenai keabsahan dokumen pendidikan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia.
Menurut Prof. Taufiq, upaya membangun narasi akademik tersebut telah dirancang sejak Jokowi menjabat sebagai kepala negara.
Hubungan lama antara Pratikno dan Jokowi menjadi fondasi bagi strategi pencitraan yang sistematis.
“Pratikno waktu itu, barengan waktu Jokowi Presiden itu, dia menjadi pimpinan di Seknet dan mereka berdua sudah kenal lama,” ujar Prof. Taufiq pada 7 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa Pratikno secara aktif menggagas konsep untuk menyematkan status lulusan UGM pada Jokowi.
“Dan Pratikno lah yang menjadi otak gagasan ide untuk meningkatkan kualitas Jokowi di depan publik. Dengan menjadikan Jokowi sebagai lulusan UGM Fakultas Kehutanan,” tambahnya.
Prof. Taufiq menggambarkan proses tersebut sebagai bentuk pemaksaan narasi dengan melibatkan kelompok pendukung yang beroperasi di belakang layar.
“Jadi suatu proses pemaksaan dengan melakukan skenario dengan dukungan tim yang tidak terlihat, yang dikendalikan atau dengan spirit PKI kebarunya,” katanya.
Ia juga menyinggung pernyataan Jokowi di masa lalu yang menyebut nilai Indeks Prestasi Kumulatifnya rendah, di bawah dua.
Pernyataan semacam itu dinilai tidak wajar dalam konteks sistem penilaian akademik perguruan tinggi pada umumnya.
Pandangan Prof. Taufiq ini turut menyemarakkan diskusi publik terkait konstruksi citra pendidikan yang melekat pada figur Jokowi selama masa kepemimpinannya.
Editor: 91224 R-ID Elok

