Repelita Solo - Pertemuan tertutup antara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dengan mantan Presiden Joko Widodo di kediaman pribadi Solo menjadi sorotan tajam publik.
Silaturahmi yang berlangsung hampir satu jam tanpa kehadiran awak media itu langsung memunculkan berbagai praduga di tengah kembali maraknya polemik ijazah Joko Widodo.
Rizal Fadillah menafsirkan kunjungan tersebut mengandung agenda politik yang tidak biasa.
Kedatangan Pratikno yang tergesa dan sengaja menjauh dari liputan pers menimbulkan tanda tanya besar, terlepas dari siapa yang menginisiasi pertemuan.
Yang paling kentara adalah hubungan jangka panjang keduanya yang menjurus pada dugaan kolaborasi mendalam hingga tingkat konspirasi.
Pertemuan ini justru mempertegas kecurigaan bahwa Pratikno berada di pusat arus isu ijazah yang kini kembali mengemuka.
Publik sudah sejak lama mencium adanya peran krusial Pratikno dalam kasus tersebut.
Ketika ditanya soal dugaan keterlibatannya sebagai perancang utama, Pratikno hanya menyarankan untuk bertanya kepada institusi terkait.
Respons Universitas Gadjah Mada dinilai kurang transparan, hanya menyuguhkan narasi resmi sambil menyembunyikan banyak fakta serta mengaku tidak memegang ijazah fisik Joko Widodo.
Rektor Ova Emilia menyatakan ijazah ada pada pemiliknya, namun soal keaslian dan bukti kelulusan tidak dijawab secara memuaskan.
Sikap ini dianggap mengorbankan prinsip kejujuran di dunia akademik.
Rizal menghubungkan polemik ijazah dengan rentetan peristiwa lain seperti kasus Pasar Pramuka, aktivitas kelompok saat proses pendaftaran di KPU serta KPUD, dan jejak Pratikno sebagai mantan rektor yang aktif mendukung Joko Widodo sejak pemilihan wali kota.
Penegak hukum belum mengambil langkah signifikan terhadap kasus yang sudah lama bergulir.
Bareskrim pernah diimbau untuk memeriksa tokoh penting yang mendapat posisi menteri di era Joko Widodo dan kini berada di kabinet Prabowo, tetapi tindakan itu tampak terhambat.
Ikatan Pratikno dengan keluarga Joko Widodo memang telah terjalin kuat sejak dulu.
Sebagai mantan Dekan Fisipol UGM, Pratikno menjadi orang kepercayaan Joko Widodo selama sepuluh tahun, termasuk saat bertugas sebagai Mensesneg hingga masa pensiun.
Aset berupa rumah luas 12.000 meter persegi di Colomadu diduga terkait penyalahgunaan kewenangan jabatan.
Pengaruhnya di UGM tetap dominan sebagai Ketua Majelis Wali Amanat dan mantan rektor, hingga disebut ikut menentukan pemilihan rektor pengganti seperti Panut Mulyono serta Ova Emilia.
Pratikno juga kerap dikaitkan dengan sejumlah kontroversi nasional lain.
Ia diduga berperan memfasilitasi kelulusan batas usia Gibran lewat putusan Mahkamah Konstitusi, tersangkut kasus korupsi BTS 4G, serta menjadi otak di balik skenario ijazah palsu Joko Widodo.
Kunjungan rahasia di Solo semakin memicu kecurigaan akan adanya strategi khusus untuk menghadapi tekanan polemik ijazah yang kian kencang.
Pratikno yang sebelumnya tampak tenang kini terpaksa muncul dan menghadapi sorotan.
Tudingan bahwa ia merupakan aktor kunci skandal ijazah semakin sulit dibantah.
Rizal kembali menyerukan agar kepolisian segera memeriksa Pratikno demi mengungkap kebenaran penuh.
Tanpa langkah itu, rantai kebenaran akan tetap terputus dan Joko Widodo dapat terus tenang.
Hubungan Pratikno dan Joko Widodo bersifat abadi dalam menjaga rahasia bersama.
Kunjungan ke Solo bukan wisata biasa, melainkan upaya memperkuat kesepakatan dan merancang perlindungan baru satu sama lain.
Pratikno lebih tepat disebut sebagai politisi berpengalaman ketimbang akademisi sejati.
Editor: 91224 R-ID Elok

