Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Pendukung Jokowi Ingat Koalisi Saat Digugat Demokrat, Padahal Dulu Tuding SBY Dalang Ijazah, Keder?

 

Repelita Jakarta - Dalam acara Catatan Demokrasi yang disiarkan tvOne beberapa waktu lalu, Ade Darmawan yang dikenal sebagai pendukung setia Jokowi mengajukan pertanyaan kepada Jimmy Himawan selaku kuasa hukum Partai Demokrat.

Pertanyaan tersebut menyoroti alasan Partai Demokrat segera menempuh jalur hukum terhadap sejumlah akun yang dianggap berafiliasi dengan Jokowi.

Ade Darmawan menanyakan mengapa tidak dilakukan komunikasi politik terlebih dahulu mengingat kedua pihak berada dalam satu koalisi di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut Erizal, pertanyaan itu dinilai tidak tepat karena Ade Darmawan sendiri sebelumnya pernah menyebut Partai Demokrat sebagai pihak yang berada di balik aksi Roy Suryo dan kawan-kawan.

Ketika Partai Demokrat akhirnya mengambil langkah hukum, justru muncul kritik bahwa seharusnya ditempuh jalur politik karena alasan koalisi.

Padahal selama berbulan-bulan tuduhan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat sebagai dalang kasus ijazah Jokowi terus bergulir tanpa ada upaya klarifikasi dari pihak pendukung Jokowi.

Tuduhan itu bahkan semakin menguat meskipun somasi telah dilayangkan dan tidak diindahkan dengan baik.

Menurut Erizal, terdapat tiga poin utama yang dapat dicatat dari pertanyaan Ade Darmawan tersebut.

Pertama, para pendukung Jokowi khususnya akun-akun yang dilaporkan tidak pernah menduga Partai Demokrat atau SBY akan benar-benar menempuh jalur hukum.

Mereka menganggap ancaman tersebut hanya gertak sambal semata dan merasa pihak mereka lebih berani dibandingkan pihak lain.

Kedua, akun-akun tersebut baru mengingat adanya koalisi setelah menghadapi respons hukum dari Partai Demokrat.

Selama ini mereka menyerang tanpa mempedulikan status koalisi dan menganggap siapa pun yang berpotensi menghambat Gibran sebagai lawan.

Mereka tampaknya lupa bahwa Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden dan Gibran hanya menempati posisi wakil presiden.

Ketiga, pendukung Jokowi yang bersangkutan menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Mereka tidak pernah merasa bersalah atas serangan yang dilakukan dan justru menganggap pihak yang membela diri sebagai pihak yang salah.

Giliran menyerang mereka lupa akan koalisi namun ketika mendapat respons hukum baru teringat bahwa berada dalam satu tubuh koalisi.

Kontroversi ini terus menjadi perbincangan di kalangan masyarakat terkait konsistensi sikap dalam dinamika koalisi pemerintahan saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved