Pimpinan DPR: Penasehat Keamanan Ngawur, Presidennya Amatir

1697

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menegaskan, langkah tersebut juga membuktikan ketidakcermatan Penasehat Keamanan Presiden, Subagyo HS dan Yusuf Kartanegara.

“Penasehat Keamanan Presiden ini tidak cermat, ngawur membiarkan presiden keluar saat demo seperti ini,” kata Fahri.

Padahal, lanjut dia, jika Presiden menemui perwakilan para pendemo, maka keamanan dan kekondusifan demonstrasi akan terjamin.

“Bagaimana, ada masa 1 juta presiden engga ada di dalem. Security keamanan ringan kan (kalau Jokowi temui perwakilan pendemo), artinya dia bisa lebih gampang (mengamankan),” jelasnya.

Langkah Jokowi menghindar, kata Fahri, sama saja memancing amarah para demonstran. Sebab, demonstran hanya menuntut bertemu Jokowi langsung, bukan dengan Menko Polhukam, Wiranto.

“Kalau ada masa sebanyak itu presiden harus ada di situ, orang itu engga mau omongan lain, harus presiden. Kalau orang lain engga bisa dipegang omongannya, presiden seperti memancing orang datang dari seluruh Indonesia,” sesalnya.

Fahri Hamzah kemudian mempertanyakan informasi intelijen yang diberikan ke Jokowi yang menurutnya tidak memperingatkan jika ada massa sebanyak lebih dari 1 juta yang menuntut ketemu, maka Presiden harus menemui.

“Apa tidak ada informasi intelijen. Security yang ngawur, itu jadinya longgar, bagaimana kalau orang masuk ke situ. Presidennya amatir,” katanya. [sam] | RMOL


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY