Jelang Aksi Bela Islam 4 November, Banjir Logistik dari Hamba Allah Terus Berdatangan Ke Masjid Istiqlal

2079

Ruang kecil di sisi kantor Hubungan Masyarakat Masjid Istiqlal penuh dengan tumpukan karton air mineral, Kamis, 3 November 2016. Ruangan berukuran 3 x 7 meter persegi ini makin sesak dengan terus berdatangannya puluhan dus air mineral, kue-kue kering, dan ribuan nasi boks.

Selepas salat asar, pengurus Masjid Istiqlal mulai mengeluarkan satu per satu makanan dan minuman itu. Mereka membagikannya kepada puluhan pengunjuk rasa Aksi Bela Islam II, yang akan dilakukan esok hari setelah salat Jumat.

“Bapak dari mana? Mau ikut aksi esok? Ini silakan dimakan, semoga bermanfaat,” kata Samin, 30 tahun, salah satu petugas, setiap ada orang yang meminta makanan kepadanya.

Samin sebenarnya bukan pengurus Masjid Istiqlal. Ia bekerja sebagai pramubakti di Madrasah Ibtidaiyah Istiqlal. Dia diminta pengurus masjid untuk membagikan konsumsi kepada peserta unjuk rasa yang terus bertambah pada sore hari karena mereka berniat bermalam di sini.

Menurut Samin, sejak Kamis pukul 07.00, satu per satu mobil datang membawa bantuan logistik. Hingga pukul 16.15, kata dia, sudah ada sekitar seratus mobil yang datang ke Istiqlal membawa logistik. “Saya yang ikut angkutin,” tuturnya.

Satu mobil Daihatsu Xenia berpelat B-1202-URZ terparkir di depan pintu masuk Masjid Istiqlal siang tadi. Tumpukan dus air mineral tampak di balik pintu belakang mobil berwarna putih ini. “Kami menyumbang atas nama pribadi,” ujar Hikmah, 51 tahun, warga Sunter, Jakarta Utara, yang membawa mobil itu.

Menurut Hikmah, alasan ia menyumbang karena ingin ikut berjuang dalam membela agama. Ia mengaku tersinggung dengan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengenai surat Al-Maidah ayat 51. “Ini bukan politik, ini masalah agama. Kalau bukan kami, siapa lagi yang bergerak?” ucapnya.

Tidak hanya dari Jakarta, Erna—yang mengaku ustazah di Tangerang—datang ke Istiqlal menumpang mobil boks demi mengantar puluhan dus air mineral. “Ini sumbangan dari mubaligah,” katanya.

Baik Hikmah maupun Erna menyatakan akan ikut hadir dalam aksi unjuk rasa esok. “Saya ajak suami saya,” ujar Hikmah.

Tidak hanya warga biasa, pendiri Museum Rekor Indonesia, Jaya Suprana, juga turut memberikan sumbangan. Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdulsalam mengatakan Jaya tiba menjelang salat asar. “Ia bawa 12 dus air mineral dan kue-kue serta roti,” tuturnya.

Ribuan orang diperkirakan berdemo di depan Istana Negara esok hari. Mereka menuntut agar pemerintah memproses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas dugaan penistaan agama.

Abu menjelaskan, pihaknya menerima banyak sumbangan untuk aksi esok. Sumbangan yang datang, kata dia, seluruhnya atas nama pribadi dan tidak ada dari lembaga maupun partai politik. “Semuanya atas nama hamba Allah,” ujarnya.

Sumber : TEMPO


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY